Country Director World Bank for Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan meski ada beberapa tantangan, namun Bank Dunia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai level tersebut. Salah satu tantangannya meredanya kenaikan harga komoditas di tahun ini dan berubah menjadi penghambat.
"Momentum dalam pertumbuhan investasi yang padat impor ini diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat ini," tuturnya di Energy Building, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, permintaan dalam negeri yang tinggi juga akan meredam kontrubusi ekspor. Kenaikan impor juga diyakini lantaran kebijakan perampingan proses impor.
Bank Dunia juga memprediksi inflasi tahun ini akan berada di kisaran 3,5%. Sementara neraca transaksi berjalan minus 1,9%.
Sementara pada kuartal IV 2017, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2%, sehingga secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 mencapai 5,1%.
Pertumbuhan ekonomi di 2017 didorong investasi yang lebih tinggi. Hal itu juga sejalan dengan pemulihan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi global dan arus perdagangan yang lebih tinggi.
"Harga komoditas yang lebih tinggi berkontribusi pada pertumbuhan investasi dan ekspor di kuartal IV. Meskipun pertumbuhan kredit melambat, pertumbuhan investasi meningkat ke level tertinggi selama 5 tahun terakhir sebesar 7,3%," terangnya. (hns/hns)