Follow detikFinance
Kamis, 05 Apr 2018 11:57 WIB

Puluhan Pengusaha Datangi Jokowi, Tagih Janji Proyek Infrastruktur

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma (detikFinance) Foto: Hendra Kusuma (detikFinance)
Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengajak puluhan anggotanya bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Komplek Istana Presiden, Jakarta..

Tiba di komplek Istana pukul 11.07 WIB. Bahlil dan rombongan langsung menuju pintu pilar yang merupakan gerbang menuju Istana Merdeka. Di sini, para rombongan harus menitipkan telepon genggamnya sebelum menuju Istana Merdeka bertemu dengan Presiden Jokowi.

Kehadiran para pengusaha muda di Istana juga dalam rangka memenuhi janji Presiden Jokowi pada saat Rapimnas Hipmi yang berlangung di Tangerang pada 7 Maret 2018.


"Iya, janji saat Rapimnas, tapi nantinya yah setelah kita bicara dulu," kata Bahlil.

Usai menitipkan telepon seluler, Bahlil dan rombongan yang mengenakan batik lengan panjang berkelir biru kompak menuju Istana Merdeka.

Sebelumnya, saat menghadiri Rapimnas Hipmi awal Maret, Presiden Jokowi berjanji akan membahas keluhan para pengusaha muda yang tidak bisa ikut di proyek infrastruktur pemerintah.


Dalam acara Rapimnas Hipmi setidaknya ada 3 anggotanya yang menyuarakan mengenai sulitnya terlibat di proyek pemerintah. Namun, yang diperintahkan untuk menghadap hanya dua orang.

Mereka adalah Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Sumatera Utara Reza Pranata, Ketua BPD Hipmi Papua Barat Adriana Imelda Daat.

Dalam acara Hipmi itu, Reza Pranata meminta pengusaha daerah ikut terlibat dalam pembangunan proyek tol yang gencar dibangun pemerintah.

"Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada kerja Pak Presiden. Kami Sumut selama 30 tahun terakhir belum ada pembangunan tol baru. Di era Pak Presiden tol baru bertambah 52 kilometer," kata Reza.

"Izin Pak Presiden, selama 52 km tol dibangun, kami pengusaha lokal hanya menonton saja. Kami ingin pengusaha daerah dilibatkan," tambah Reza.


Sedangkan Adriana Imelda mengungkapkan ekonomi di Papua dan Papua Barat belum mampu tumbuh optimal. Meskipun banyak pembangunan infrastruktur yang dibangun.

"Ekonomi di sana belum signifikan, kami belum dilibatkannya dalam proyek besar, dari sini mohon perhatian, karena kami bagian dari bangsa yang besar ini," kata Adriana. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed