Follow detikFinance
Jumat, 06 Apr 2018 11:07 WIB

Hindari Desak-desakan Horor, Penumpang KRL Bakal Bisa Naik KA Bandara

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Lamhot Aritonang) Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bakal memberikan kesempatan bagi para penumpang KRL agar bisa menggunakan kereta Bandara Soekarno-Hatta yang dikelola Railink.

Hal Ini dilakukan sebagai langkah jangka pendek mengurangi kepadatan penumpang yang mengakibatkan desak-desakan horor di Stasiun Duri belakangan ini.

"Memberikan jatah nanti jumlahnya akan ditentukan oleh pak dirjen ada para penumpang kereta api menggunakan kereta api Railink (Kereta Bandara) dengan waktu tertentu dengan jumlah tertentu yang akan ditentukan," kata Budi usai menggelar sarapan bareng sejumlah pejabat dan komunitas pengguna kereta di Hotel Le Meredien, Jakarta, Jumat (6/4/2018).


Dari rencana tersebut Budi Karya menjelaskan, tarif yang dipatok untuk para penumpang KRL di KA Bandara adalah sesuai dengan tarif KRL, kemudian sisanya akan disubsidi pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 35 tahun 2016, penumpang dikenakan minimum kilometer perjalanan untuk 1 s.d 25 kilometer pertama sebesar Rp 2.000, selanjutnya membayar Rp 1.000 untuk tiap 1 s.d 10 kilometer berikutnya dan berlaku kelipatan.

Sedangkan harga tiket kereta bandara yaitu Rp 70.000, penumpang KRL bisa menggunakan KA Bandara selama masa penyesuaian peningkatan fasilitas dan jalur di stasiun duri.

"Itu akan diberikan kepada para pecinta dan diberikan semacam satu tiket. Harga tiketnya sama dengan KRL. Ya makanya minta kepada mereka menunjuk perwakilan itu harus menentukan mekanisme tertentu supaya ada keadilan. Nanti kami berikan subsidi supaya Railink sebagai perusahaan swasta nggak rugi," papar dia.


Selain itu untuk memecah penumpukan penumpang di Stasiun Duri, Budi Karya juga memberikan langkah jangka pendek dalam durasi satu bulan. Yaitu dengan panambahan jadwal perjalanan di jam sibuk pagi dan sore hari.

"Satu perjalanan dengan headway yang sama. Jadi kita akan persilakan para perwakilan pecinta menetapkan satu perjalanan dari Batu Ceper menuju Jakarta pada pagi hari. Dan sore hari dari Duri menuju Batu Ceper," kata dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed