Follow detikFinance
Senin, 09 Apr 2018 21:15 WIB

Selain Infrastruktur, Jokowi Genjot Pengembangan SDM di 2019

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Presiden Jokowi membuka sidang kabinet paripurna. (Andhika-detikcom) Foto: Presiden Jokowi membuka sidang kabinet paripurna. (Andhika-detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar sidang kabinet di istana. Topik yang dibahas adalah ketersediaan anggaran dan pagu indikatif 2018 serta prioritas nasional 2019.

Salah satu hasil rapat itu adalah Jokowi akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) tahun depan.

"Apakah itu program yang tadi merupakan prioritas infrastruktur, tapi sekarang fokusnya lebih kepada sumber daya manusia, sehingga program sosial seperti PKH, program untuk membantu kelompok miskin, pendidikan, kesehatan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di komplek Istana, Jakarta, Senin (9/4/2018).


Ia menambahkan, alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur ke kementerian terkait masih akan diberikan di tahun depan, di sisi lain pembangunan infrastruktur dengan melibatkan swasta juga digenjot pemerintah.

Alokasi untuk infrastruktur terutama untuk Kementerian seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan itu akan tetap dilakukan.

"Namun mereka sekarang akan melakukan berbagai macam inisiatif melalui KPBU," tutur Sri Mulyani.


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan pembangunan infrastruktur tahun depan masih akan terus dilakukan, utamanya proyek yang masih harus dikejar target penyelesaiannya. Beberapa proyek tersebut, antara lain bendungan, tol Trans Jawa, jalan perbatasan Kalimantan, hingga jalan perbatasan Papua.

"Fokusnya masih tetap infrastruktur tapi tahun depan mulai masuk ke SDM, penguatan," kata Basuki.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, fokus instansinya di tahun depan meliputi peningkatan kualitas transportasi massal, seperti bus, kereta api, dan kapal laut.


"Saya kan ada lima, satu kalau di darat saya mau improve transformasi massal antar kota yang namanya bus. Kalau kita bicara kereta api saya akan membenahi commuter di Jakarta, kalau di laut saya berusaha akan menurunkan biaya logistik tahun ini di lima pelabuhan. Surabaya, Medan, Makassar, Samarinda, sama mungkin di Bali," ujar Budi.

Untuk sektor transportasi kereta atau commuter line, Budi mengatakan bahwa dimungkinkan untuk meningkatkan kapasitas angkut dengan memperpendek jarak keberangkatan commuter line, serta mengembangkan sarananya.

"Jadi moving block itu membuat headwaynya lebih pendek, yang lima menit jadi tiga menit, yang 10 menit jadi lima menit," terang Budi. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed