Follow detikFinance
Rabu, 11 Apr 2018 13:42 WIB

Kebijakan AS dan Pilpres Bikin Ekonomi RI Tak Melesat di 2019

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 sebesar 5,3%. Pertumbuhan ini sama dengan proyeksi tahun ini sebesar 5,3%.

Ekonom ADB Priasto Aji mengatakan, ekonomi Indonesia tumbuh namun kurang kencang lantaran dipengaruhi rencana normalisasi kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed). Hal ini berpotensi memicu aliran modal keluar dari Indonesia.

"Sebenarnya masih cukup bagus 5,3% tahun depan, masalahnya kenapa, pertama karena ada ketidakpastian eksternal sepertinya ada normalisasi dari US Fed kita terpengaruh," ungkapnya di Jakarta, Rabu (11/4/2018).


"Dampaknya untuk Indonesia, pertama dari sisi outflow ini perlu diantisipasi sekarang," tambah dia.

Priasto melanjutkan, faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun politik karena adanya Pemilihan Umum (Pemilu). Biasanya, kata Priasto, Pemilu membuat para investor hati-hati dalam menanamkan modal alias wait and see.

"Berikutnya ada election, dari sisi investasi kadang wait and see," ujar dia.


Dia mengatakan, tahun politik mendorong konsumsi dan berimbas ke pertumbuhan ekonomi nasional, tapi untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi perlu sumber lain.

"Perlu sumber yang lain, konsumsi sudah cukup kuat tahun ini dan tahun depan, dengan ditopang election gitu ya, sepertinya cukup bagus. Tapi lebih 5,3% perlu sumber lain," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed