Follow detikFinance
Kamis, 19 Apr 2018 23:25 WIB

Laporan dari Washington DC

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari/detikFinance Foto: Dana Aditiasari/detikFinance
Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi pengetatan ekonomi dengan tembusnya rekor tertinggi utang global.

Lantas, bagaimana dengan kondisi ekonomi Indonesia?

Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde menilai Indonesia memilik prospek cerah terkait potensi pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Kami melihat Indonesia sebagai negara yang jauh lebih baik sekarang," kata dia dalam peluncuran Global Policy Agnda 2018, di kantor pusat IMF, Washington DC, Kamis (20/4/2018).


Indikator ya, sebut dia, adalah level pertumbuhan ekonomi RI yang masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang memang tengah dalam pemulihan.

"Indonesia masih bisa tumbuh di atas 5%, cukup tinggi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia," tuturnya.

Apalagi pemerintahan saat ini, kata Lagarde, sangat konsisten menjalankan reformasi kebijakan ekonomi ditandai dengan memangkas subsidi energi yang selama ini dianggap membebani keuangan negara.


"Hal yang membuat terkesan adalah kebijakan Presiden Jokowi yang berhasil memangkas subsidi energi dan mengalihkannya ke bidang infrastruktur dan kesehatan," kata Lagarde.

"Banyak orang yang melihat bahwa dengan sebuah kartu (kartu BPJS kesehatan) pelayanan kesehatan bisa dinikmati masyarakat. Seperti yang anda tahu, Presiden Jokowi mengajak saya ke rumah sakit waktu saya datang ke Indonesia beberapa waktu lalu dan saya melihat sendiri bagaimana pelayanan kesehatan diberikan ke pada masyarakat," jelasnya.


Hal lain yang membuat IMF optimistis ekonomi Indonesia akan lebih baik di tengah potensi tekanan ekonomi global karena upaya pemerintah menyederhanakan perizinan investasi dengan memanfaatkan sistem digital.

"Kami juga mengapresiasi digitalisasi hampir semua aspek dalam bidang perizinan yang membuat perizinan investasi lebih transparan," tutur Lagarde. (dna/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed