Ini Cara Kemnaker Wujudkan Desa Migran Produktif

Ini Cara Kemnaker Wujudkan Desa Migran Produktif

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Jumat, 20 Apr 2018 17:23 WIB
Ini Cara Kemnaker Wujudkan Desa Migran Produktif
Foto: Dok. Kemenaker
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng mahasiswa untuk mewujudkan program Desa Migram Produktif (Desmigratif). Upaya itu ditandai dengan adanya kerja sama dengan salah satu kampus di Semarang, Jawa Tengah.

Penyelenggaraan Desmigratif nantinya akan bersinergi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro. Keduanya telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama.

"Kita sinergikan program pemberdayaan komunitas migran produktif melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desmigratif serta pembangunan komunitas pembangunan keluarga atau community parenting," kata Menaker Hanif Dhakiri dalam keterangan tertulis, Jumat (20/4/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanif menjelaskan tujuan penandatanganan PKS dengan Undip ini untuk memberikan landasan kepada para pihak dalam sinergikan program dan kegiatan guna terlaksananya penyelenggaraan desa migrant produktif (desmigratif). Hal itu diharapakan bisa bermanfaat bagi pekerja migran dan keluarganya.


Dirjen Binapenta dan PKK Maruli A Hasoloan mengatakan, program Desmigratif itu diadakan di desa-desa kantong TKI. Ia menjelaskan Desmigratif merupakan program pemerintah dalam memberikan layanan dokumen migrasi yang baik, pemberdayaan ekonomi keluarga TKI, pendampingan pengasuhan anak TKI serta membentuk koperasi keluarga TKI.

Ia menambahkan pelaksanaan perjanjian kerja sama ini bisa dilaksanakan secepat-cepatnya agar calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) mauapun pekerja migran dapat memperoleh manfaat dari kerjasama ini.

Menurutnya, Kemnaker memiliki target desmigratif selama tiga tahun sebanyak 400 desa. Tahun 2017 telah dibangun 120 desa, tahun 2018 ada 130 desa dan tahun 2019 ada 150 desa. Tahun 2017 di Jateng telah dibentuk 28 desmigratif di 14 kabupaten.


Untuk mencapai target 400 desmigratif Kemnaker telah kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan baik di 6 Kementerian, Pemprov, Pemkab/Pemkot, desa, perguruan tinggi, mitra lokal, komunitas masyarakat.

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama juga dilakukan oleh Rektor Undip Yos Johan Utama dan Dirjen Binapeta dan PKK Maruli A Hasaloan di ruang sidang Senat Akademik gedung SA MWA, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, hari ini. (ega/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads