Pemerintah Minta Pertamina dan PIM Bersama-sama Cari Gas
Kamis, 07 Jul 2005 14:49 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta Pertamina dan PT Pupuk Iskandar Muda mencari gas di bawah harga selisih US$ 5 juta. PIM menyanggupi untuk menyediakan dana US$ 7 juta dan pemerintah sebesar US$ 16 juta sehingga total dana menjadi US$ 23 juta. Sementara harga gas di pasaran 1 kargo sebesar US$ 28 juta sehingga masih ada kekurangan US$ 5 juta. Pemerintah hanya mau mengucurkan dana lagi yang besarnya di bawah US$ 5 juta. Makanya Pertamina dan PIM diminta untuk mencari gas yang penambahan dananya tidak melebihi US$ 5 juta.Kepala BP Migas Kardaya Warnika kepada wartawan menyatakan, rencana untuk memenuhi pasokan gas ke PIM ini sudah dibicarakan pemerintah di kantor Menneg BUMN. "Kita akan mencari kargo dan nanti biayanya itu dicover oleh penjualan pupuk PT PIM. Penjualannya hanya untuk ekpor dan ini sudah jadi mekanismenya," kata Kardaya saat menyaksikan penandatanganan kontrak penjualan gas di Kantor BP Migas, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/7/2005)."Kita akan mencari kargo (kargo gas-red) secepatnya untuk bulan Juli ini," kata Kardaya. Jika tidak dapat, maka masih ada jalan lain yakni minta gas ke Exxon. PIM akan memakai dulu 1 kargo gas dari Exxon."Gas yang nanti akan dikirim Exxon ke pembelinya, itu kita akan pakai dulu," ujar Kardaya.Sementara itu, di Kantor BP Migas hari ini telah dilakukan kesepakatan bisnis penjualan gas untuk konsumsi dalam negeri senilai US$ 2,5 miliar dengan total volume 760 triliun british thermal unit (TBTU).Perjanjian tersebut berbentuk lima kontrak jual beli gas bumi (PJBG), tiga pokok perjanjian jual beli gas (HoA) dan satu memorandum of understanding. Penandatanganan dilakukan antara Energi Mega Persada Kangean Ltd sebagai produsen dengan konsumennya, yaitu PT PLN Persero, PT PGN, Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang dan PT Indogas Kriya Dwiguna.Sebagian besar perjanjian merupakan kelanjutan dari kegiatan pengembangan wilayah kerja Rancak Ngimbang, Terang Sirasun dan Batur yang direncanakan akan berproduksi sekitar 957 TBTU. Gas itu nantinya akan digunakan untuk mendukung kegiatan di sektor industri dan pembangkit listrik di Jawa Timur.
(mar/)











































