Rupiah Anjlok, Utang Pemerintah Naik Jadi Berapa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 08:43 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Utang pemerintah terkena dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dolar AS saat ini sudah tembus Rp 13.900.

Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Pembiayaan DJPPR Kementerian Keuangan, Erwin Ginting mengatakan total utang pemerintah akan bertambah Rp 10,96 triliun setiap terjadi pelemahan Rp 100 per dolar AS.

"Jadi dengan stok utang valas sebesar US$ 109,6 miliar, bisa terjadi depresiasi Rp 100 per dolar AS, utangnya nambah Rp 10,96 triliun," kata Erwin saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Total utang pemerintah per Maret 2018 sebesar Rp 4.136,49 triliun (Rp 13.700/US$). Dalam total itu terdapat utang dalam bentuk valuta asing (valas).

Erwin menjelaskan, utang pemerintah dalam valas terdiri dari beragam mata uang. Tiga yang dominan, yaitu dolar AS, euro, dan yen. Namun bila disetarakan, maka utang dalam bentuk valas ekuivalen dengan US$ 109,6 miliar.


Dengan demikian, pelemahan rupiah pada saat ini akan membuat total utang menjadi lebih besar. Kemarin dolar AS sempat berada di level Rp 13.940.

Erwin meminta masyarakat tidak terlalu khawatir. Utang pemerintah dalam mata uang asing ini tidak serta merta langsung dibayar atau dilunasi pada saat ini juga, melainkan sudah sesuai dengan jatuh temponya.

"Kembali lagi, keseluruhan utang itu punya jatuh temponya yang dikelola sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan saat pembayaran kembali," jelas dia.

(ang/ang)