Follow detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 19:53 WIB

Saran SBY Agar Kenaikan Harga Tak Rugikan Masyarakat

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Tsarina Maharani/detikcom Foto: Tsarina Maharani/detikcom
Jakarta - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, kenaikan harga barang adalah satu keniscayaan yang tak bisa dihindari seiring dengan peningkatan ekonomi yang terjadi. Namun untuk mengantisipasi sisi negatif dari hal tersebut, dia bilang pemerintah harus memikirkan kelompok masyarakat yang masuk golongan miskin agar tak terjebak dalam rente ekonomi.

Apa saran SBY?

"Kalau memang ada penyesuaian-penyesuaian, harga BBM ataupun listrik pasti ada kenaikan dan mungkin ada kenaikan harga yang tidak bisa kita elakkan, jangan lupa membantu rakyat yang sedang mengalami kesulitan," kata kata SBY dikutip dari video yang diunggah oleh Humas Partai Demokrat Imelda Sari di Facebook, Selasa (24/4/2018).



Dirinya mencontohkan, di era pemerintahannya, masyarakat golongan miskin mendapat bantuan langsung tunai sehingga daya belinya terjaga. Dengan demikian kenaikan harga yang terjadi bisa dimbangi dan dicegah dampak negatifnya.

"Ingat zaman dulu ketika ada kenaikan BBM, saya memberikan bantuan pada rakyat betul. BLT (bantuan langsung tunai) itu terarah. Yang dibantu siapa? Golongan miskin dan golongan tidak mampu," kata dia.

Hal itu sah-sah saja bila dilakukan saat ini. Karena memang tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun yang perlu menjadi catatan yaitu kepastian data agar bantuan yang diberikan tidak salah sasaran.

"Siapa yang mengumpulkan (data)? Kementerian-kementerian, BPS, dicocokan dengan data daerah. Kita tentukan, siapa? Mengapa dibantu? di desa mana? dan seterusnya," papar dia.



Jangan Lupa Bangun Manusia

Proyek strategis nasional (PSN) belakangan menjadi buah bibir. Pasalnya pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), berbagai pembangunan infrastruktur sampai pengadaan fasilitas transportasi terus digenjot dari Pulau Jawa sampai Papua.

Anggaran untuk pembangunan untuk menggarap proyek tersebut tentunya besar. Menanggapi kondisi tersebut SBY mengingatkan kepada pemerintah saat ini untuk tetap ingat, selain pembangunan infrastruktur, pembangunan manusia juga perlu dilakukan.

"Pandangan saya begini. Memang dulu juga banyak membangun infrastruktur, banyak sekali ya, mungkin tidak terlalu banyak dimuat oleh media waktu itu. Tidak salah sebetulnya kalau negara bangun infrastruktur tapi yang jelas jangan sampai terlalu mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur, lantas kurang mengalokasikan untuk pembangunan manusianya," kata SBY.



Dalam pembangunan manusia, kata SBY sangat diperlukan fasilitas untuk menunjang pendidikan, kesehatan dan peningkatan taraf hidup agar bisa membantu masyarakat miskin saat perekonomian tengah melemah.

"Ya alhamdulilah dulu seimbang dan saya lebih mengutamakan manusianya. Lebih mengutamakan pembangunan manusianya. Meskipun infrastrukturnya juga sudah banyak yang saya bangun dulu. Ya ini suara rakyat, saya yakin Presiden Jokowi pemerintah kita mendengarnya dengan baik. Ya paling tidak didengarnya dengan baik, sehingga lebih mengalokasikan anggaran untuk membantu manusianya," ujar SBY.

Sebagai informasi, pemerintah mencatat alokasi anggaran belanja infrastruktur mencapai Rp 410,7 triliun terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang mencapai Rp 2.220,7 triliun.

Jumlah tersebut dinilai tidak membebani postur APBN karena besarnya anggaran infrastruktur sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed