Follow detikFinance
Rabu, 25 Apr 2018 18:15 WIB

Dolar Mengamuk, Pedagang Siap Naikkan Harga Barang Elektronik

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Nilai tukar mata uang Amerika Serikat (AS) dolar mengamuk dan hampir tembus Rp 14.000. Hal itu membuat sejumlah barang naik, termasuk elektronik.

Salah satu penjual barang elektronik di Harco Mangga Dua, Yuni mengatakan pada dasarnya kenaikan nilai tukar dolar bisa memengaruhi harga jual. Tapi hal tersebut hanya berdampak sedikit.

"Ada dampaknya tapi nggak banyak, kira-kira 2% sampai 5% lah (harga jual)," kata Yuni kepada detikFinance di tokonya, Rabu (25/4/2018).


Yuni mengatakan, misalnya modal yang harus ia keluarkan Rp 100 ribu karena dolar menguat, kenaikan itu akan dia bebankan ke harga jual.

"Misalnya harga AC naik Rp 100 ribu, ya saya tambahin juga Rp 100 ribu dari harga modal," imbuhnya.

Ia menjelaskan kenaikan barang-barang elektronik ini sebenarnya sudah berlangsung sejak satu bulan lalu. Namun hal ini bukan berkaitan dengan kenaikan mata uang dolar.



Selain itu, pedagang lainnya Heri juga mengatakan hal yang sama. Ia tidak terlalu khawatir karena kenaikan nilai tukar dolar hanya berpengaruh sedikit ke harga penjualan elektronik.

"Sebenarnya biasa saja. Soalnya mau dolar naik juga daya beli juga kurang. Ada pengaruhnya, sedikit, nggak berpengaruh banyak," jelasnya.

Lebih lanjut, Heri menjelaskan saat ini dampak kenaikan nilai tukar dolar belum terasa di penjualan barang elektronik. Ia pun memperkirakan kenaikan mata uang dolar akan berdampak nanti.

"Belum terasa soalnya orang-orang belum kepikiran ini. Tapi mungkin setelah ini baru terasa," pungkasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed