Follow detikFinance
Rabu, 25 Apr 2018 19:14 WIB

Dolar Mengamuk, Pedagang Elektronik Ogah Tambah Stok

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Pedagang di Harco Mangga Dua menahan stok barang elektronik dari AC hingga kulkas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga jual akibat nilai tukar mata uang Amerika Serikat (AS) yang nyaris menyentuh angka Rp 14.000.

Salah satu pedagang, Yuni saat ini enggan melakukan pengadaan untuk barang elektronik. Dia memilih untuk menghabiskan stok yang ada.

"Ya sudah kita diam dulu saja. Nggak nyetok dulu. Jual yang ada," kata Yuni saat ditemui detikFinance di lapaknya, Rabu (25/4/2018).


Yuni juga memaparkan kenaikan nilai tukar dolar berdampak harga penjualan barang elektronik. Tapi kenaikan nilai tukar dolar hanya memiliki dampak yang sedikit.

"Ada dampaknya tapi nggak banyak, kira-kira 2% sampai 5% lah," terangnya.

Senada dengan Yuni, pedagang lainnya Heri juga melakukan hal yang sama. Ia menjual barang elektronik dengan stok yang ada dan tidak menambah stok terlebih dahulu demi menghindari kenaikan harga.



"Susah juga kita stok barang juga sayang gudang, bayar gudang tapi barang nggak keluar sayang juga. Jadi jual yang sekarang saja dulu jadi ya modal kita numpuk di situ saja," jelasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed