Subsidi BBM Bisa Capai Rp 150 T

Konsumsi BBM 10% di Atas Kuota

Subsidi BBM Bisa Capai Rp 150 T

- detikFinance
Jumat, 08 Jul 2005 15:11 WIB
Jakarta - Subsidi BBM terancam melonjak hingga Rp 150 triliun jika konsumsi BBM mencapai 10 persen di atas kuota sebesar 59,6 juta kiloliter dan tidak ada penghematan. Jika itu terjadi, maka defisit anggaran bakal membengkak menjadi Rp 39,8 triliun. Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie atau Ical kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (8/7/2005). "Itu memang harus ditangani. Cuma berarti defisit kita akan berubah. Ini yang mesti kita lihat dengan hati-hati," tegas Ical.Meski demikian, lanjut Ical, pemerintah hingga saat ini belum berpikir untuk menaikkan harga BBM. "Belum ada pemikiran ke arah itu. Belum ada juga kajian. Kita masih memonitor terus," kata Ical.Ical menambahkan, berdasarkan laporan Pertamina, stok BBM saat ini aman baik di pusat maupun di daerah, walaupun di beberapa daerah terjadi keterlambatan pengiriman oleh kapal. "Tapi saya kira dalam beberapa hari ini dapat diatasi," tegas Ical.Seperti diketahui, defisit dalam APBN-P 2005 ditetapkan sebesar 0,8 persen PDB atau Rp 20,1 triliun. Sementara konsumsi BBM ditetapkan 59,6 juta kiloliter. Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia Nasution mengungkapkan, dalam APBN-P 2005, subsidi BBM ditetapkan sekitar Rp 76,5 triliun, dan saat ini telah dikucurkan Rp 45 triliun. Dan seandainya subsidi melampaui target, Mulia mengatakan, pemerintah harus membahas kembali dengan DPR. "Kita harus duduk bersama dengan DPR. Hal itu kan didasarkan dengan asumsi-asumsi seperti harga minyak, produksi minyak dan nilai tukar," katanya. Dari sisi pemerintah, akan mencoba agar subsidi yang harus dikeluarkan sesuai dengan kemampuan anggaran walaupun saat ini posisi fiskal pemerintah masih cukup aman. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads