Buwas menggantikan Djarot Kusumayakti yang menjabat Dirut Bulog sejak Juni 2015. Selain pergantian di pucuk pimpinan Bulog, Rini juga mengangkat Triyana menjadi Direktur Keuangan Bulog menggantikan Pardiman.
Pada saat yang sama, Kementerian BUMN juga menetapkan Teten Masduki sebagai Ketua Dewan Pengawas Bulog menggantikan Sudar Sastro Atmojo. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-116/MBU/04/2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buwas Resmi Pimpin Bulog
|
Foto: Dok. Kementerian BUMN
|
Ini juga salah satu bentuk penyegaran manajemen perusahaan oleh Kementerian BUMN untuk memperkuat peran Bulog sebagai stabilisator harga pangan serta bahan pokok lainnya di luar beras dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.
"Alasan dipilihnya Budi Waseso karena Bulog butuh sosok pemimpin yang bisa mengurus organisasi yang kompleks. Dimana dibutuhkan intensitas turun ke lapangan untuk monitoring gudang-gudang Bulog yang banyak. Kita tahu Pak Budi Waseso ini orang lapangan. Terlebih ia juga merupakan eks aparat penegak hukum yang sudah terbiasa melakukan tindakan preventif. Diharapkan dengan segala kompetensinya, bisa membawa Bulog semakin lebih baik lagi, baik dalam hal menjamin ketahanan pangan maupun dalam hal mensejahterakan Petani," ujar Wahyu di Jakarta, Jumat (27/4/2018).
Alasan Buwas Ditunjuk Pimpin Bulog
|
Foto: Agung Pambudhy
|
Wahyu mengatakan penunjukan Buwas sebagai Dirut Bulog ini sebagai bentuk penyegaran dalam manajemen perusahaan. Hal itu agar Bulog dapat menjalankan perannya dalam menjaga stabilisasi harga.
"Pemerintah terus mendorong agar Perum Bulog sebagai perusahaan yang mengemban tugas dari pemerintah dapat menjalankan perannya untuk menjaga Harga Dasar Pembelian gabah petani, stabilisasi harga khususnya harga pokok, penyaluran program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra), pengelolaan stok pangan serta bahan pangan lainnya di luar beras," kata Wahyu di Jakarta, Jumat (27/4/2018)
Wahyu juga menegaskan, pemerintah juga terus mendorong kestabilan harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya menjelang lebaran tahun 2018.
"Oleh karena itu, pergantian direksi baru dalam manajemen Perum Bulog diharapkan mampu mendorong upaya pemerintah dalam stabilisasi harga dan penyediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat terutama dalam hari-hari besar keagamaan," tuturnya.
Tugas Perdana Buwas: Beras Harus Cukup Jelang Puasa
|
Foto: Dok. Kementerian BUMN
|
"Tugas-tugasnya masalah pangan khususnya beras, yang penting menjelang puasa dan Lebaran. Paling utama kesediaan barang dan stabil harga. Jadi harus berpikir demand dan suplai. Sehingga dalam menyambut hari besar puasa dan Lebaran, ketersediaannya terjamin," kata Buwas di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (27/4/2018)
Jenderal purnawirawan bintang tiga itu mengatakan, masih perlu mendalami peran dan fungsi Bulog sehingga bisa melaksanakan tugasnya dan mencapai tujuan yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN kepadanya.
Buwas sendiri mengaku baru mengetahui kabarnya diangkat menjadi Dirut tak lama sebelum ini.
Dia bilang tugasnya sekarang cukup berbeda. Jika pada masa lalu tugas yang dia jalani demi kepentingan generasi bangsa, maka yang sekarang untuk kepentingan perut masyarakat.
"Ini tantangannya berat. Mudah-mudahan pangan ini stabil tidak ada yang memainkan pangan, karena ini kepentingan orang banyak," pungkasnya.
Susunan Baru Direksi Perum Bulog
|
Foto: Dok. Kementerian BUMN
|
Memberhentikan dengan hormat:
1. Djarot Kusumayakti
2. Pardiman
Mengangkat:
1. Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso sebagai Direktur Utama
2. Triyana sebagai Direktur Keuangan
Adapun Direksi yang tidak mengalami perubahan yaitu:
1. Karyawan Gunarso sebagai Direktur Operasional dan Pelayanan Publik
2. Imam Subowo sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri
3. Tri Wahyudi Saleh sebagai Direktur Komersil
4. Febriyanto sebagai Direktur SDM & Umum
5. Andrianto Wahyu Adi sebagai Direktur Pengadaan
Halaman 2 dari 5











































