Follow detikFinance
Selasa, 01 Mei 2018 16:13 WIB

KSPI: TKA Kasar Masuk RI Paling Banyak di Sektor Pariwisata

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Achmad Dwi Afriyadi Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) resah akan banyaknya serbuan tenaga kerja asing (TKA) kasar atau buruh asing kasar di Indonesia. Buruh asing tersebut disebut masuk ke sejumlah sektor industri.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, buruh kasar tersebut masuk ke sektor manufaktur hingga pariwisata.

"Sektor yang masuk pertambangan, ritel, manufaktur, kemudian ada listrik, pariwisata paling banyak," kata dia di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Said menyebut, buruh kasar asing di Indonesia mencapai 157 ribu orang. Sebagian buruh tersebut berasal dari China.



Dia meminta pemerintah mengatasi masalah serbuan buruh kasar asing ini. Sebab, buruh kasar ini mengisi pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal.

"Yang dipersoalkan TKA tentang unskill workers buruh kasar, suara buruh pada hari ini keras dan kuat dalam May Day seluruh Indonesia 25 provinsi 200 kabupaten kota menyuarakan salah satu isu kuat TKA asing unskill workers buruh kasar. Temuan KSPI 157 ribu buruh kasar unskill workers ada di mana-mana," kata dia.

Said sendiri tidak mempermasalahkan data TKA pemerintah. Sebab, data tersebut merupakan TKA yang memiliki keterampilan.

"Bagi kami pemerintah setop retorika main data, 85 ribu TKA yang diklaim pemerintah 34 ribu dari China itu data skill workers. Nggak ada masalah, tenaga kerja keterampilan. Tapi itu pun menggunakan syarat. 1 tenaga kerja didampingi 10 tenaga lokal supaya terjadi terjadi transfer of job, transfer kowledge dan bisa berbahasa Indonesia," tutupnya.



Tonton juga video tentang "KSPI: 10 Juta Suara dari Buruh untuk Prabowo" (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed