Follow detikFinance
Rabu, 02 Mei 2018 15:12 WIB

Pengusaha Ngaku Tak Diajak Bicara Soal Cuti Lebaran

Hendra Kusuma - detikFinance
Ketua umum Apindo Hariyadi Sukamdani.Foto: Muhammad Idris/detikFinance Ketua umum Apindo Hariyadi Sukamdani.Foto: Muhammad Idris/detikFinance
FOKUS BERITA Libur Lebaran Ditambah
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung rencana pemerintah merevisi cuti bersama Idul Fitri tahun ini. Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan keputusan cuti bersama berdampak besar ke pengusaha dan juga karyawan.

Menurut Hariyadi pihak pengusaha tidak diajak bicara dalam menentukan cuti Lebaran tahun ini.

"Jadi memang kita nggak diajak ngomong pembicaraannya bagaimana, sehingga begitu diumumkan perpanjangan ya itu sudah pasti merugikan perusahaan," kata Hariyadi saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (2/5/2018).


Dia menjelaskan cuti bersama yang jumlahnya ditambah akan memicu biaya produktivitas membengkak hingga pengurangan jatah cuti bagi para pegawai.

"Dari segi biaya akan nambah biaya, karena menyangkut jadwal produksi yang berubah kemungkinan lembur di depan, kalau ekspor akan atur ulang jadwal loading kapal," jelas Hariyadi.


Selain itu berimbas ke arus distribusi barang. Saat mudik Lebaran, truk pengangkut logistik tidak boleh beroperasi.

"Lalu dari segi karyawan jatahnya setahun 12 hari, sekarang kalau diambil 7 hari kasian juga. Itu yang tidak dipikirkan," jelas dia.

Untuk itu, Hariyadi mengungkapkan Apindo mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi bahkan merevisi jumlah cuti bersama pada saat Lebaran yang sebelumnya ditetapkan 10 hari.

"Jadi banyak hal yang harusnya tidak mengubah-ubah, jangan bikin yang nggak-nghak, itu menimbulkan distorsi. Ini kelihatan sepele tapi tidak sepele," tegas dia. (hns/hns)
FOKUS BERITA Libur Lebaran Ditambah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed