Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Mei 2018 14:06 WIB

Libur Panjang Lebaran Bisa Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi Foto: Rengga Sancaya
FOKUS BERITA Libur Lebaran Ditambah
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2018 berada di level 4,95% atau lebih tinggi dibanding kuartal I-2017 yang sebesar 4,94%. Porsi konsumsi rumah tangga memiliki andil terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 56,80%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan tingkat konsumsi rumah tangga akan semakin menguat seiring dengan pemerintah menetapkan cuti bersama Lebaran tahun ini sebanyak tujuh hari.

"Kalau konsumsi kemungkinan akan naik, tapi kalau konsumsi masyarakat di Ramadan dan Lebaran pasti akan naik sendirinya. Jadi mungkin akan lebih berdampak pada produksi tidak pada konsumsi," kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).


Sektor yang akan terdorong oleh konsumsi rumah tangga adalah pariwisata, hotel, dan restoran. Sedangkan yang terdampak negatif dari panjangnya jumlah libur Lebaran tahun ini adalah produktivitas nasional.

"Kalau jumlah hari berkurang pasti, jangankan itu (libur Lebaran), kita ekspor dan impor kalau Februari jumlah hari akan berpengaruh pada ekspor. Begitu juga jumlah penumpang," ungkap dia.


Hanya saja, BPS tidak bisa menghitung kenaikan konsumsi rumah tangga saat libur Lebaran yang terhitung sejak 11-20 Juni 2018 atau 10 hari.

"Kita nggak bisa (menghitung kenaikannya), tapi biasanya akan lebih kuat, tapi kalau berapanya sangat tergantung dari komposisi barang, jadi saya tidak bisa memperkirakan, nanti akan dikasih tahu pada rilis 5 Agustus," tutup dia. (ara/ara)
FOKUS BERITA Libur Lebaran Ditambah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com