Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Mei 2018 15:59 WIB

Bos BEI Ingin Libur Lebaran Ditetapkan Setahun Sebelumnya

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Keputusan penmabahan cuti bersama libur Lebaran tahun ini sempat menimbulkan polemik. Sejumlah pihak meminta pengumuman soal libur diputuskan setahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, sempat mengatakan bahwa penambahan cuti bersama Lebaran tahun ini membuat investor asing khawatir. Dia juga menilai kekhawatiran itu juga memberikan sedikit dampak kepada tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Meski begitu, Tito mengaku tetap menghormati dan mengikuti keputusan pemerintah. Namun dia meminta pemerintah untuk memutuskan dan mengumumkan cuti bersama libur Lebaran mendatang bisa diumumkan 1 tahun sebelumnya.

"Kalau bisa tahun depan dikasih tahu jauh-jauh hari. Untuk tahun depan harusnya sekarang sudah bisa diumumin," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/4/2018).

Tito mengaku sudah memberitahu pemerintah terkait usulan itu saat rapat evaluasi cuti bersama Lebaran tahun ini. Sebab bagi investor pasar modal penting untuk mengetahui jadwal tutupnya perdagangan saham untuk mengatur strategi investasi jangka panjang.

"Investor itu harus membuat rencana. Di Amerika Serikat saja sudah diumumin 2 tahun sebelumnya untuk libur seperti paskah. Harusnya Indonesia bisa," imbuhnya.

Sebelumnya pemerintah melalui surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri menetapkan penambahan cuti bersama diberikan 2 hari sebelum Lebaran, yaitu 11 dan 12 Juni 2018, serta 1 hari setelah Lebaran, yaitu pada 20 Juni 2018. Total cuti bersama adalah 7 hari, yaitu 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.

Dalam poin pengumumannya tertulis bahwa tambahan 3 hari cuti itu bersufat fakultatif. Artinya pihak swasta dibebaskan untuk mengambil keputusan.

Selain itu poin lainnya transaksi pasar modal dan bursa akan dibuka pada 20 Juni 2018. Namun untuk tambahan 2 hari cuti bersama di sebelum Lebaran masih belum dipastikam apakah kliring tutup atau buka.

Untuk kedua hari itu, Tito mengatakan pihaknya akan tergantung keputusan Bank Indonesia (BI) apakah akan menutup kliring ditanggal itu atau tidak. Jika kliring buka, maka BEI akan meminta izin ke OJK untuk tetap membuka perdagangan saham.

"Kalau kliring buka saya akan minta sama OJK, tapi yang sekarang pasti masuknya di tanggal 20 Juni 2018 itu," imbuhnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com