Follow detikFinance
Senin, 07 Mei 2018 19:40 WIB

Menebak Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini, Bisa Tembus 5,4%?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 sebesar 5,06%. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015, 2016, dan 2017.

Beberapa peneliti atau ekonom di Indonesia memprediksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk mencapai target 5,4% akan sulit. Ekonomi Indonesia diproyeksikan hanya akan mampu berada di level 5,1-5,2%.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun ini akan berada di kisaran 5,1%.

"Sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi diprediksi sebesar 5,1%," kata Bhima saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (7/5/2018).


Dia menyebutkan, pertumbuhan sebesar 5,06% di kuartal I-2018 masih jauh dari ideal jika target dalam APBN sebesar 5,4%. Sebab, tingkat konsumsi rumah tangga pun masih stagnan di level 4,95%, lalu pertumbuhan ekspor pun masih kalah dengan impor.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede meramal bahwa ekonomi nasional sepanjang 2018 akan tumbuh di level 5,2%. Faktor pendorong yang cukup besar adalah kegiatan ekonomi efek dari puasa dan Lebaran tahun ini yang akan menggenjot konsumsi rumah tangga.

"Sehingga, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh di kisaran 5,2% pada full year 2018," kata Josua.

Upaya yang harus dilakukan pemerintah. Kata Josua, pemerintah harus meningkatkan pelaku usaha untuk berinvestasi dengan melakukan penataan regulasi dan birokrasi di tingkat pemerintah pusat dan daerah.


Selain itu, pemerintah juga terus memberikan kemudahan berusaha serta melakukan integrasi sistem perizinan yang ramah terhadap investor. Lalu, pemerintah juga harus gencar memberikan insentif kepada industri pengolahan yang memiliki andil cukup besar pada produk domestik bruto (PDB).

Kemudian, revitalisasi industri manufaktur perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas nasional. Peningkatan produktivitas ini berimbas ke peningkatan ekspor.

"Diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah barang ekspor terutama barang ekspor non-migas yang pada akhirnya dapat mendorong kinerja ekspor nasional serta meningkatkan pendapatan masyarakat," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed