CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Mei 2018 20:50 WIB

Selain Temui JK, PM China Juga Bertemu 300 Pengusaha RI

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Rina Atriana Foto: Rina Atriana
Jakarta - Perdana Menteri China Li Keqiang menemui 300 pengusaha nasional malam ini. Pertemuan dilakukan dalam kegiatan Indonesia-China Business Summit yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama dengan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT).

Acara ini merupakan bagian dari Kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri China Li Keqiang ke Indonesia yang membawa misi untuk penguatan hubungan bilateral dalam bidang ekonomi. Dimana saat ini China sendiri merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dimana pada 2017 mencapai US$ 58,8 miliar.

Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani mengatakan China merupakan salah satu mitra penting dalam meningkatkan perekonomian nasional.

"Program pemerintahnya untuk merajut kembali jalur sutera modern Belt Road Initiative (BRI), yang sedang mereka jalankan untuk menghubungkan kembali dataran dan lautan dari Eropa sampai dengan Asia Tenggara memberikan kesempatan yang luar biasa, terutama bagi negara- negara kawasan terdekatnya," katanya, Jakarta, Senin (7/5/2018).


"Diprediksi dana yang dibutuhkan untuk inisiatif ini mencapai US$ 4-8 triliun, dan Indonesia dengan letak geografi dan kondisi demografinya merupakan titik kunci. Oleh karena itu kita harus mampu menarik investasi dari mereka bagi kepentingan ekonomi nasional kita," sambungnya.

Rosan mengatakan, hal ini mengingat Indonesia sedang berpacu dengan waktu dalam menghindari middle-income trap 2025 mendatang, maka percepatan investasi harus terus dilakukan.

"Dengan kondisi global saat ini, usaha menarik investasi asing akan semakin sulit. Untuk itu kita harus mencari mitra utama dan secara fokus mendekatkan diri kita dengan mereka," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W Kamdani, mengatakan bahwa Indonesia harus mampu memanfaatkan kesempatan tersebut.

"Salah satu yang bisa kita fokuskan adalah pengembangan wilayah Indonesia bagian utara yang dapat berfungsi sebagai jembatan menuju ASEAN dan Asia Pasifik," katanya.


Pemerintah China juga berencana untuk membantu program pengentasan kemiskinan melalui kerjasama dengan pengusaha- pengusaha lokal. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia akan membentuk satuan tugas khusus untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Kadin Indonesia percaya, bahwa melalui Indonesia-China Business Summit, maka dapat mempererat hubungan dagang dan investasi yang sudah terjalin dengan baik dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi. (fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed