Lantas, bagaimana nasib yang tidak punya rekening? Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan pihaknya mendorong bantuan non tunai untuk korban bencana alam, tapi saat ini masih ada faktor yang membuat program ini masih bersifat kondisional, misalnya bagi korban bencana yang belum punya rekening bank.
"Kan ada kondisional. Daerah juga tidak bisa, misalnya kita katakan kalau misalnya non tunai semua, apalagi misalnya melalui sistem perbankan. Pertanyaannya apakah semua rakyat sudah memiliki rekening atau belum? tentu belum," kata Idrus di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (8/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar program ini bisa berjalan optimal, maka ke depannya menjadi tantangan bersama untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perbankan alias inklusi keuangan.
"Maka tantangannya kita ke depan bagaimana supaya inklusi keuangan, akses rakyat kepada dunia perbankan ini semakin terbuka. Kita dorong dan target kita sebenarnya sampai akhir 2019 ini sudah 75% yang memiliki akses perbankan," terang Idrus.
Palang Merah Indonesia (PMI) juga menginisiasi program ini. Menurut Ketua Bidang Penanganan Bencana PMI Sumarsono, jika bantuan transfer tunai ini sudah berjalan nantinya otomatis masyarakat yang belum punya rekening bank bakal terdorong untuk membuatnya.
PMI sendiri sebenarnya sudah mulai mengimplementasikan bantuan transfer tunai untuk korban bencana alam. Biasanya mereka akan segera membuat rekening saat proses pendataan rekening korban bencana yang hendak diberi bantuan dilakukan.
"Kadang kadang (mereka) baru daftar rekeningnya (setelah didata). Kita kerja sama dengan BRI dan sebagainya," tambahnya. (hns/hns)
