Follow detikFinance
Rabu, 09 Mei 2018 20:50 WIB

Urai Kemacetan, BPTJ Usul Tarif Progresif Tol di 2019

Trio Hamdani - detikFinance
Kepala BPTJ Bambang Prihartono/Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom Kepala BPTJ Bambang Prihartono/Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom
Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengusulkan penerapan tarif tol progresif pada 2019. Dengan sistem ini, semakin padat ruas tol maka tarif akan semakin mahal.

Kata dia, tahun ini hal tersebut masih dalam proses studi terlebih dulu. Hal ini untuk mendapatkan detail desain yang tepat.

"Kalau tol progresif tarif, kita terapkan kira kira 2019. Sekarang studi dulu setahun. Setahun kemudian detail desain, kemudian baru pengadaan," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono saat ditemui di Jakarta, Rabu (9/5/2018).


Saat ini sejumlah tol di Jabodetabek sendiri sudah memberlakukan aturan ganjil genap. Namun menurutnya cara itu hanya sementara untuk mengurai kemacetan di tol. Perlu alternatif jangka panjang, yang salah satunya menerapkan tarif tol progresif.

Kata dia kebijakan ini mirip-mirip dengan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) yang bisa diterapkan di jalan non tol.

"Kalau di jalan tol namanya tarif progresif. Jadi begitu tol itu macet, tarifnya terus naik," lanjutnya.


BPTJ pun sedang mengusulkan rencana ini ke pihak badan usaha jalan tol, dalam hal ini PT Jasa Marga (Persero). Kemudian juga Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

"Nah ini saya sedang usulkan ke teman-teman Jasa Marga dan PU (Kementerian PUPR), khususnya Badan Pengatur Jalan Tol untuk mulai mendesain itu. Jadi ini bersamaan untuk atur itu," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed