Follow detikFinance
Jumat, 11 Mei 2018 17:12 WIB

Antisipasi Bencana, Dana Darurat Harus Disiapkan Tunai

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Untuk mempersiapkan dana darurat ketika terjadi bencana, baiknya seseorang sudah mempersiapkan dana tiga sampai enam kali dari total pengeluaran per bulan dalam simpanan tunai. Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan tunai yang dimaksud yaitu dana yang mudah untuk di cairan dan mudah untuk di akses.

"Dana darurat terutama untuk bencana itu harus berupa dana yang cair dan mudah untuk di akses, berupa uang tabungan yang bisa di cairan dan bisa diakses dengan mudah," kata dia kepada detikFinance, Jumat (11/5/2018).


Ia menjelaskan segala persiapan dana darurat untuk kebutuhan dana makan hidup sampai tempat tinggal harus bisa ter-cover selama seseorang terkena bencana.

"Saya bilang nggak bisa kalau dana darurat itu disimpan dalam bentuk investasi misalnya berupa logam mulia, dana darurat itu harus likuid. (Bisa dalam bentuk tabungan di bank) bukan berarti harus dibawa kemana-mana," kata dia.

Selain itu persiapan dana darurat untuk jiwa, Eko mengatakan terlalu besar seseorang harus mengasuransikan beberapa harta bendanya berupa perhiasan, rumah, sampai transportasi.

"Asuransi hunian, mobil dan lainnya juga penting. Kalau misal risikonya tinggi, seperti rumah rubuh dan lain lain," kata dia.


Sebagai informasi, Gunung Merapi mengalami letusan freatik pagi tadi pukul 07.43 WIB. Hujan abu vulkanik mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Dari kondisi ini diharapkan masyarakat memiliki dana darurat untuk bertahan hidup selama masa bencana sedang terjadi. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed