"Yang jadi aset negara banyak. Kayak tadi yang saya sampaikan seperti infrastruktur TIK, komputer dan lain-lain. Hibah kita sepakati Bali, Lombok, Banyuwangi. Komputer 400an unit," kata Ketua Pelaksana Harian pertemuan IMF-World Bank Susiwijiono di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).
"Penerima hibah ada aturannya karena itu kan barang milik negara," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ia mengatakan hibah komputer usai acara internasional tersebut akan dibicarakan dengan kepala daerah.
"Yang dihibahkan IT device aja. Kalau yang lain perangkat pengadaan jaringan fiber optic kan nggak mungkin. Hibah ada di sekolah, kita akan berbicara kepala daerah,"
Pria yang akrab disapa Susi ini pun menjelaskan kepala daerah meminta komputer tersebut dilengkapi dengan infrastruktur jaringan. Dengan begitu, komputer dapat dimanfaatkan dengan baik.
"Procurement komputer nggak banyak, yang banyak infrastruktur jaringan, mereka minta minimal 4G, 4 GB per second, WiFi-nya ketat sekali persyaratan mereka,"
Sementara itu, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pembagian hibah tersebut akan dilakukan berdasarkan keputusan pemerintah daerah yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat. (ara/ara)











































