Follow detikFinance
Sabtu, 12 Mei 2018 17:30 WIB

Kulon Progo dan Sumsel Panen Raya, Stok Cabai Aman Jelang Puasa

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Yulida Medistiara Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Menjelang Ramadan Kementerian Pertanian (Kementan) terus memastikan agar persediaan cabai di pasaran aman. Kementan melakukan panen raya di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Di daerah ini rata-rata produksi panen mencapai 15 hingga 17 ton per hektare dari total luas 350 hektare.

"Hasilnya tingkat produktivitas rata-ratanya 15 sampai 17 ton per hektare. Ini sungguh luar biasa," ungkap Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Kementan, Prihasto dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/5/2018).

Pria yang akrab disapa Anto itu mengatakan, lahan cabai di Kulon Progo merupakan hamparan lahan berpasir yang disulap menjadi hamparan kawasan cabai. Adapun pengairan dilakukan melalui sumur pantek dengan sistem irigasi selang serta pemberian pupuk kandang 30 hingga 40 ton per hektar. Itu menjadikan tanaman cabai sangat subur.

Sedangkan untuk panen cabai merah keriting di bulan Mei ini, produksinya diperkirakan mencapai 45 ton dari rata-rata 8 sampai 10 ton per hari. Cabai tersebut dipasok ke berbagai daerah di luar Kulon Progo.

"Berdasarkan pantauan kami di lapangan bahwa diperkirakan produksi cabai merah keriting bulan Mei 45 ton dengan produksi rata rata 8-10 ton/hari. Selama ini tujuan pasar dari kelompok tani binaan sebagian besar masuk ke pasar Induk Kramat Jati, Palembang dan Jambi," kata Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, Sukarman.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kulon Progo, Bambang Tri Budi Harsono mengatakan cabai merupakan salah satu komoditas andalan di Kabupaten Kulon Progo. Dengan luas tanam 1.939 hektare pada tahun 2017 dan produksi sebesar 20.184 ton, di tahun ini target luas tanam seluas 2.050 hektare dengan produksi 18.543 ton.

"Dengan potensi wilayah yang dimiliki, maka Kulon Progo memiliki peran strategis yaitu menjadi penyangga wilayah Yogyakarta dan sekaligus menjadi penyangga wilayah Jabodetabek khususnya komoditas sayuran aneka cabai," ujar Bambang.


Selain di Yogyakarta, Kementan juga meninjau pasokan cabai di Sumatera Selatan. Kepala Sub Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Sri Indah Mulyati mengatakan luas panen cabai setahun di daerahnya sekitar 5.000 hektare dengan pasokan ke Pasar Induk Jakabering sebanyak 25 ton per hari.

Sri mengatakan pasokan cabai untuk kebutuhan di wilayah Sumatera Selatan aman. Bahkan, kata dia, sebagian produksi juga dipasok ke wilayah lain seperti Jambi, Bengkulu, Lampung dan lainnya.

"Untuk produksi cabai ini cukup guna memenuhi kebutuhan Sumatera Selatan, bahkan sebagian produksi dipasarkan ke Jambi, Bengkulu, Lampung dan lainnya. Harga cabai rawit maupun cabai merah keriting di petani berkisar Rp 30 ribu per kg," terangnya.


Pasokan cabai untuk Ramadan hingga lebaran pun masih aman. Itu dikatakan Ketua Gapoktan Semontor Jaya, Desa Pedu, Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI, Kasnadik. Dia menjelaskan bahwa 43 hektare cabai akan siap dipanen untuk memenuhi kebutuhan di Pasar Induk Jakabaring.

"Hasilnya sekitar Rp 60 juta, masih lumayan. Pertanaman 43 hektare sekarang siap akan dipanen pada Mei hingga Juni 2018 nanti saat Ramadan dan Idul Fitri siap memasok Pasar Induk Jakabaring," ungkapnya. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed