Follow detikFinance
Selasa, 15 Mei 2018 21:21 WIB

Kata Menpar soal Dampak Teror Bom ke Kunjungan Wisman

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Pariwisata (Menpar) Arif Yahya/Foto: Afif/detikTravel Menteri Pariwisata (Menpar) Arif Yahya/Foto: Afif/detikTravel
Jakarta - Rentetan aksi bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo dianggap memiliki dampak pada sektor pariwisata. Sebab, beberapa negara sudah menerbitkan travel advice atau himbauan bagi warganya untuk mengunjungi Indonesia.

Namun, Menteri Pariwisata (Menpar) Arif Yahya menilai sektor pariwisata di Indonesia masih belum terpengaruh akibat adanya imbauan larangan perjalanan dari negara-negara lain.

"Jadi kalau travel advisory secara statistik belum banyak mempengaruhi, karena itu memang kewajiban bagi negara itu untuk mengingatkan agar tidak datang ke daerah tertentu di sebuah negara," kata Arif di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (15/5/2018).


Arif menceritakan, imbauan yang dikeluarkan oleh negara lain ditujukan kepada lokasi kejadian yaitu Surabaya. Hal tersebut berbeda dengan travel banned yang ditujukan untuk Indonesia secara keseluruhan.

"Contohlah, kalau mau terus terang, yang datang ke Surabaya juga nggak sampai sekian persen, gitu ya. Jadi masih banyak destinasi lain yang bisa dikunjungi," jelas dia.

Dia mengaku, travel advisory yang diterbitkan memiliki artian atau ditujukan kepada Indonesia. Oleh karena itu, Arif mengungkapkan masih banyak potensi pariwisata yang bisa dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman/turis).

"Saya ingin ceritakan begini, misalkan London yang kena atau Birmingham yang kena. Kita merasa seluruh UK kena. Jadi kesan itu, maka media juga mohon mengisolasi. Tolong sebut juga, itu (Surabaya) jauh dari Bali, misalnya begitu," tutur dia.


"Impact-nya contoh, government Australia beberapa kali mengeluarkan travel advisory, syukurnya kunjungan masyarakat (Australia ke Indonesia) tidak terlalu berpengaruh," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed