Follow detikFinance
Rabu, 16 Mei 2018 12:26 WIB

Beri Kuliah Umum APBN, Sri Mulyani: 'Kutu-kutu' Kecil Dibuka Semua

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin/detikcom Foto: Puti Aini Yasmin/detikcom
Depok - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi kuliah umum tentang perekonomian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI). Dalam kuliah umum itu Sri Mulyani menjelaskan upaya pemerintah mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Negara sudah mengatakan kita nggak boleh defisit di atas 3% per tahun dari GDP. Nah posisi Indonesia sekarang 2,19% ini udah turun. Tiga tahun yang lalu kita defisit di atas 2,5% 2,7% mendekati 3% dan saya potongin belanja-belanja tadi yang nggak efisien," terang Sri Mulyani di UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/5/2018).

Menurut Sri Mulyani pemerintah berupaya memangkas defisit APBN, dari sebelumnya 2,5%,2,7%, kini dalam APBN 2018 ditetapkan sebesar 2,19% dari PDB. Defisit anggaran akan ditekan dengan berbagai cara, salah satunya memangkas belanja-belanja yang tidak efisien.


Pemerintah telah menjelaskan upaya mengelola APBN ini ke masyarakat. Sri Mulyani mencontohkan dia menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk menjelaskan upaya pemerintah mengelola APBN.

Cuma, kata Sri Mulyani, penjelasan dia lewat media sosial dinilai memakai kalimat yang terlalu tinggi, tidak mudah dipahami.

"Tapi di dunia maya kita itu seolah-olah republik mau jatuh bangkrut dan saya sampaikan saya menjelaskan banyak sekali di Fb,Ig dan ada yang bilang bu kalau ngomong, jelaskan terlalu tinggi bahasanya, saya itu yang penting beras ada. Kalau saya kasih yang detail saya dibilang terlalu tinggi. Oke saya pindah ke bahasa warung kopi ah dibilang ibu pencitraan, lalu minta debat," tutur Sri Mulyani.


Sri Mulyani menambahkan selama ini pemerintah membahas materi APBN bersama DPR, bahkan hingga debat. Mulai dari soal penerimaan hingga belanja.

Tak hanya itu, Sri Mulyani mengatakan, materi APBN dibahas sampai hal terkecil dan tak ada satupun yang ditutupi.

"Kita debat dengan DPR banyak karena undang-undang APBN ini dibahas secara detail waktu ngomong asumsi dibahas, waktu bilang penerimaan detail, penerimaan pajak, ada rapat dengar pendapat, rapat kerja, penerimaan PNBP berapa, penerimaan minyak berapa," jelasnya.

"Semua dibahas detail sampai kutu-kutu kecil dibuka semua karena memang defisit berapa, defisit sekian itu semua didebatkan, inflasi anggaran, jungkir balik kiri- kanan nggak ada satu pun yang ditutupi," tegas (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed