Follow detikFinance
Rabu, 16 Mei 2018 15:17 WIB

Menpar: Pengusaha Hotel Tingkatkan Keamanan Antisipasi Teror

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya/Foto: Dok President University Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya/Foto: Dok President University
Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan pelaku usaha pariwisata yang sudah meningkatkan tingkat keamanannya, salah satunya pengusaha hotel.

"Tentu seperti itu, hotel, PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) sudah permintaan meningkatkan tingkat keamanan," kata Arief usai rakor insentif investasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Sampai saat ini, kata Arief, sudah ada 12 negara yang mengumumkan travel advisory atau peringatan dini kepada warganya yang mau berkunjung ke Indonesia.

Arie menjelaskan travel advisory merupakan peringatan yang diberikan oleh suatu negara kepada warganya ketika ingin melakukan perjalanan ke suatu negara.

"12 negara saya nggak hafal, yang hafal kira-kira Amerika, Inggris, Australia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, ya itu kira-kira," ujarnya.

Arif menyebutkan status travel advisory pun masih dianggap aman untuk para wisatawan mancanegara (wisman) yang ingin jalan-jalan ke Indonesia.

Sebab, travel advisory hanya sekedar peringatan, jika situasi di Indonesia lebih kacau lagi biasanya negara-negara lain akan menerbitkan travel warning bahkan travel ban.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan pelaku usaha sektor pariwisata yang sudah meningkatkan tingkat keamanannya, salah satunya sektor perhotalan.

"Tentu seperti itu, hotel, PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) sudah permintaan meningkatkan tingkat keamanan," kata Arief usai rakor insentif investasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Sampai saat ini, kata Arief, sudah ada 12 negara yang mengumumkan travel advisory atau peringatan dini kepada warganya yang mau berkunjung ke Indonesia.

Dikatakan dia, travel advidory merupakan peringatan yang diberikan oleh suatu negara kepada warganya ketika ingin melakukan perjalanan ke suatu negara.

"12 negara saya nggak hafal, yang hafal kira-kira Amerika, Inggris, Australia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, ya itu kira-kira," ujarnya.

Arif menyebutkan status travel advisory pun masih dianggap aman untuk para wisatawan mancanegara (wisman) yang ingin jalan-jalan ke Indonesia.

Sebab, travel advisory hanya sekedar peringatan, jika situasi di Indonesia lebih kacau lagi biasanya negara-negara lain akan menerbitkan travel warning bahkan travel ban. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed