Meskipun pada perdagangan hari ini investor asing melakukan aksi jual. Hari ini tercatat net sell sebesar Rp 709 miliar.
"Investor sebenanrya so-so saja, karena sebelumnya terjadi aksi teroris ini terjadi di semua negara. Jadi investor tidak terlalu shock," kata Kepala Riset Ekuator Swarna, David Sutyanto kepada detikFinance, Rabu (16/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: IHSG Ditutup Stagnan |
Namun setelah sesi 1, IHSG berangsur-angsur pulih, dengan pelemahan yang semakin tipis. Akhirnya IHSG ditutup naik tipis 0,06% ke 5.841.
Menurut David anjloknya IHSG pagi hingga siang tadi lebih dikarenakan rilis data ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin. BPS mencatat neraca dagang RI di April 2018 terjadi defisit hingga US$ 1,63 miliar di April 2018.
"Jadi lebih ke data makro ada sentimen jelek, ada data neraca perdagangan defisit. Itu sebenarnya yang menjadi pemicu utama menurut saya," terangnya.
David menjelaskan, dengan defisit neraca perdagangan yang semakin lebar maka tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah semakin besar. Sementara pelemahan IHSG yang cukup panjang lebih karena pelemahan nilai tukar Rupiah. (dna/dna)











































