Menurut Amran, hal ini dilakukan dengan perencanaan regulasi hingga pembangunan infrastruktur. Misalnya, untuk regulasi dengan mencabut regulasi yang menghambat dan infrastruktur dengan pengadaan alat mesin.
"Mengubah regulasi kita yang tadinya 241 kita cabut yang nggak cocok, akhirnya investasi naik Rp 23 triliun sampai Rp 24 triliun jadi Rp 40 triliun rata-rata. Lalu, alat mesin pertanian nggak bisa maju tanpa mesin dan meningkat jadi 23%," katanya di Musrenbang 'Pembangunan Infrastruktur dan Korporasi Petani untuk Percepatan Peningkatan Produksi dan Ekspor Pangan Serta Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Miskin' di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensi para petani jadi Rp 316 triliun per tahun. Jadi akhirnya meningkatkan kesejahteraan para petan," sambungnya.
Lebih lanjut, kata Amran, hal ini sesuai dengan data Badan Pusat Statistik di mana ekspor pertanian meningkat hingga 6,11% di bulan April.
Saksikan juga video tentang "jurus Menteri Pertanian atasi kemiskinan di desa":
(ara/ara)











































