Follow detikFinance
Selasa, 22 Mei 2018 21:15 WIB

Mendes: Program Padat Karya Tunai Serap 5 Juta Tenaga Kerja

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Dok. Kemendes PDTT Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo memperkirakan, dengan penggunaan dana desa secara Padat Karya Tunai akan menyerap tenaga kerja sebanyak lebih dari 5 juta tenaga kerja.

Menurut Eko, program Padat Karya Tunai harus dilakukan secara swakelola. Sebesar 30% nilai proyek yang berasal dari dana desa dipakai untuk membayar upah. Menurutnya, hal ini bisa menyerap 5 juta tenaga kerja.

"Saat ini, semua dana desa yang dana desanya sudah cair, sudah melaksanakan program Padat Karya Tunai. Karena itu wajib, tidak boleh dilakukan dengan menggunakan kontraktor. Jadi harus dilakukan secara swakelola dan 30% nilai proyek yang berasal dari dana desa dipakai untuk membayar upah. Diperkirakan bisa menyerap 5 juta tenaga kerja," kata Eko, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/5/2018).


Lebih lanjut, Eko menambahkan, penyerapan tenaga kerja tidak hanya dengan program Padat Karya Tunai saja yang berasal dari dana desa. Namun juga dengan program pengembangan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades), yang digagas oleh Kemendes PDTT dengan membuat cluster ekonomi di desa, seperti mengembangkan komoditi jagung, gula, dan garam, serta komoditi lainnya.

"Kita sudah melakukan MoU (nota kesepahaman) antara kabupaten dan dunia usaha untuk program Prukades ini. Dengan Mou ini diperkirakan akan ada tambahan tenaga kerja lagi sebanyak 10 juta tenaga kerja," pungkas Eko.

(idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed