Follow detikFinance
Rabu, 23 Mei 2018 11:14 WIB

Kementan Dorong Bondowoso Jadi Penghasil Kopi Ekspor

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Muhajir Arifin Foto: Muhajir Arifin
Jakarta - Kementerian Pertanian mendorong Kabupaten Bondowoso menjadi penghasil kopi dengan kualitas ekspor. Upaya tersebut dilakukan dengan pemberian bantuan bibit kopi sebanyak 500 ribu batang dalam program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja).

Selain mendorong ekspor, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan nantinya masyarakat Bondowoso bisa membuat industri kecil berbasis usaha rumahan. Mereka bisa membuat produk kopi yang didistribusikan ke supermarket.

"Ini kita tujukan untuk ekspor nanti. Ini nanti packaging-nya industri kecil. Kita sinergi dengan Kementerian Koperasi, Kementerian Sosial dan Kementerian BUMN. Kalau perlu packaging-nya di rumah tangga-rumah tangga, home industry. Kemudian dikirim langsung ke supermarket seperti kopi Toraja dan kopi Luwak," kata Amran di Bondowoso, Selasa (22/5/2018).

Amran menjelaskan Bondowoso memiliki iklim yang cocok untuk ditanami kopi, maka pihaknya pun menambahkan jumlah bantuan bibit dari 100 ribu batang menjadi 500 ribu batang.

Dia juga mengungkap hal itu karena Bondowoso telah sukses mengekspor jenis kopi Arabika bernama Java Ijen Raung ke Eropa.

"Ada yang menarik di Bondowoso ini. Karena agro climate-nya cocok untuk kopi, kopi Arabika. Bahkan kopi di sini sudah diekspor sehingga kami tadi tingkatkan bantuan menjadi lima kali lipat dari 100 ribu menjadi 500 ribu batang kopi," paparnya.

Dengan menjadikan Kabupaten Bondowoso sebagai penghasil kopi berkualitas ekspor, maka angka kemiskinan di daerah tersebut diharapkan bisa menurun. Dalam hitungan Amran, masyarakat bisa mendapat penghasilan Rp 6 juta atau Rp 7 juta per bulannya.

"Ini kami akan dorong Insyaallah target 1-2 tahun Bondowoso bebas kemiskinan. Ini bisa mempercepat karena kopi per hektare itu pendapatannya bisa Rp 200 juta per tahun. Jadi kurang lebih Rp 222 juta, per bulan bisa Rp 20 juta, karena lahannya sepertiga berarti bisa kurang lebih Rp 6 juta, Rp 7 juta per rumah tangga," ujar Amran.

Sementara itu Bupati Bondowoso Amin Said Husni mengatakan kerja sama dengan Perhutani soal pemanfaatan lahan untuk tanaman kopi mencapai lebih dari 1.300 hektare. Hasilnya pada 2017 kemarin pihaknya memproduksi 2.900 ton kopi dalam setahun yang sebagiannya diekspor ke mancanegara.

"Kopi yang dikelola petani yaitu kopi rakyat dikerjasamakan dengan Perhutani sudah lebih 1.300 hektare lahan yang dikerjasamakan dengan petani kopi. Produksi terakhir 2017 mencapai 2.900 ton per tahun sepertiga ekspor ke mancanegara termasuk Eropa dua per tiga lainnya ke dalam negeri," jelasnya.

Dia berharap bantuan tersebut bisa semakin mengurangi angka kemiskinan di Bondowoso yang kini sebanyak 14,54% dari sebelumnya 22,23%. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed