DPR Beri Masukan Kerangka Ekonomi RI Tahun 2019

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 24 Mei 2018 12:50 WIB
Ilustrasi Paripurna DPR Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) siang hari ini menggelar rapat paripurna yang membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2019.

Rapat yang semula diagendakan pukul 11.00 WIB mundur sekitar 30 menit menjadi 11.30 WIB. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan rapat paripurna kali ini mengenai penyampaian pandangan fraksi-fraksi terhadap KEM PPKF 2019.

"Berdasarkan catatan sekretariat, daftar hadir sudah ditandatangani oleh 316 anggota, dengan demikian korum tercapai, izinkan kami membuka sidang paripurna dan dibuka secara umum," kata Taufik di ruang rapat paripurna, Jakarta, Kamis (24/5/2018).


Sebelum melanjutkan, Taufik juga meminta persetujuan kepada anggota DPR yang hadir untuk melaksanakan agenda penyampaian pandangan fraksi terkait KEM PPKF.

"Sesuai hasil rapat konsultasi, acara rapat paripurna adalah pandangan fraksi tentang KEM PPKF, untuk itu apakah dapat disetujui?," tanya Taufik.

"Setuju," jawab para anggota DPR.

Taufik mengungkapkan, waktu penyampaian pandangan pun ditetapkan selama 10 menit untuk masing-masing fraksi. Adapun yang akan menyampaikan pandangan dari masing-masing fraksi antara lain Adisatrya Suryo Sulisto dari PDI-Perjuangan, Edison Betaubun dari Partai Golkar, Heri Gunawan dari Partai Gerindra, Verna Gladies dari Partai Demokrat.


Lalu Sukiman dari PAN, Fathan dari PKB, Andi Akmal Pasluddin dari PKS, Amir Uskara dari PPP, Johnny G Plate dari Partai Nasdem, dan Fjoni Rolindrawan dari Partai Hanura.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah menyampaikan KEM PPKF Tahun Anggaran 2019 kepada DPR. Berikut usulan asumsi dasar usulan pemerintah di 2019.

- Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,4-5,8%
- Inflasi diperkirakan 2,5-4,5%
- Tingkat suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan 4,6-5,2%
- Nilai tukar di kisaran Rp 13.700-Rp 14.000 per dolar AS
- Harga minyak mentah US$ 60-US$ 70 per barel
- Lifting minyak 722-805 ribu barel per hari
- Lifting gas 1,21-1,30 juta barel setara minyak (ara/ara)