"Jadilah pakar-pakar keuangan, tidak hanya keuangan syariah tapi juga keuangan konvensional. Supaya 'kue' nya syariah juga bisa menjadi lebih besar. Kalau anda hanya bermain di 'kue' syariah saja, anda tidak bisa memperluas. Jadi pahami, pelajari, datangi dan taklukkan," katanya saat memberikan kuliah umum di IAIN Surakarta, Sabtu (26/5/2018).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu ingin para generasi milenial tersebut bisa paham akan keuangan konvensional sehingga memahami apa yang baik dan buruk dari sistem keuangan tersebut. Hal ini didasari banyaknya generasi milenial yang mudah melahap semua informasi yang belum tentu benar soal utang dan pembiayaan investasi terutama di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda semua jadilah umat yang berpikir merdeka dan besar karena ajaran Islam adalah ajaran pembebasan bukan membuat kita kerdil. Pelajari, undang dosen (keuangan) konvensional dan syariah. Kalau kita masih berpikir hanya di Indonesia saja, kita ketinggalan jauh. Langit itu dibuka. Itulah yang disebut mental Indonesia yang merdeka tadi yang diinginkan pendiri bangsa," katanya.
Sri Mulyani sendiri meyakinkan bahwa pengelolaan utang yang dimiliki oleh Indonesia saat ini masih terkelola dengan baik. (eds/hns)











































