Follow detikFinance
Sabtu, 26 Mei 2018 21:00 WIB

Ini Penyebab Utang Malaysia Bengkak hingga Warganya Urunan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Penggalangan dana untuk bayar utang Malaysia (Screenshot Go Get Funding) Foto: Penggalangan dana untuk bayar utang Malaysia (Screenshot Go Get Funding)
Jakarta - Warga Malaysia membuat gerakan aksi melunasi utang dengan cara iuran atau patungan. Ini dilakukan melalui sebuah situs crowdfunding.

Aksi tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyerukan pemotongan gaji para menteri sebesar 10% untuk kurangi utang yang mencapai 1 triliun ringgit. Langkah ini diikuti pula anggota parlemen pada sejumlah negara bagian di Malaysia.


Nah, kira-kira kenapa utang Malaysia bisa sampai sebesar itu?

Perdana Menteri Malaysia sebelumnya, Najib Rajak diduga menyalahgunakan wewenang terkait pembiayaan proyek pemerintah dan melakukan pembohongan publik terkait kondisi keuangan negara.


Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng dalam konferensi pers menjelaskan saat ini total utang Malaysia tercatat 1.087 triliun ringgit pada 31 Desember 2017. Jumlah ini sama dengan 80,3% dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia.

Padahal pada era Perdana Menteri Najib Rajak, Kementerian Keuangan Malaysia merilis data resmi utang negara sebesar 685 miliar ringgit pada akhir 2017 lalu. Pihak auditor keuangan negara juga turut berperan dalam aksi penipuan ini. Kondisi ini dinilai menimbulkan gejolak pada pasar keuangan Malaysia.


Mengutip Reuters, Menteri Lim menjelaskan memang ada bagian-bagian postur keuangan yang digelembungkan. Dia menyebut ini akan segera diselesaikan.

Ekonom Senior Natixis, Trinh Nguyen mengungkapkan sektor keuangan di Malaysia sudah merespons kejadian tersebut.

"Pertanyaannya apakah bisa berjalan baik, atau memang sama dengan 1MDB yang pada dasarnya sudah bangkrut," ujarnya dikutip dari Reuters, Sabtu (26/5/2018).


Memang, setelah Mahathir memenangkan pemilu. Ia memerintahkan agen anti korupsi Malaysia untuk membuka kembali kasus 1MDB untuk diselidiki dan peninjauan kembali sejumlah kebijakan dan proyek yang dijalankan oleh pemerintahan Najib.

Saat ini Najib telah dimintai keterangan oleh 'KPK' nya Malaysia untuk menjelaskan temuan baru, yakni adanya aliran dana mencurigakan sebesar US$ 10,6 juta ke rekeningnya. Najib Rajak berkomitmen untuk mencicil pembayaran kerugian yang ditimbulkan sebelumnya. Mereka berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban sebesar 204,4 miliar ringgit atau setara dengan US$ 50,62 miliar.





Tonton juga 'Rp 405 Miliar Disita Polisi Malaysia Terkait Korupsi 1MDB':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed