Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 28 Mei 2018 13:18 WIB

Tukang Permak Pakaian Manggarai Jalani Bisnis Turun-Temurun Sejak 1960

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Meneruskan usaha dan bisnis keluarga memang menjadi pilihan beberapa orang. Seperti deretan tukang permak di kawasan Manggarai hari ini, mereka sudah meneruskan bisnis permak pakaian dari kakek neneknya dari tahun 1960.

Salah satu tukang permak yang meneruskan bisnis keluarga yaitu Salim mengaku sudah menjadi tukang permak pakaian sejak 10 tahun lalu. Setelah kakeknya sudah beristirahat, dan ayahnya sudah tidak lagi menjahit Salim meneruskan bisnis permak pakaian di Jakarta.

"Wah sudah lama dari kakek saya, disini juga teman-teman (jajaran tukang permak di Manggarai) dari Kebumen semua, yang kebanyakan pada nerusin usaha keluarga," papar dia kepada detikaFinance, Senin (28/5/2018).


Salim mengaku akan terus menerima pesanan sampai H-1, kemudian malamnya yaitu malam takbir baru bersama dengan rekan rekan lain pulang kampung ke Kebumen.

"Baru pulang malam takbir, jadi yang mau permak pakaian masih bisa H-1," jelas dia.

Tukang Permak Pakaian Manggarai Jalani Bisnis Turun-Temurun Sejak 1960Foto: Rengga Sancaya

Memasuki pertengahan Ramadan tukang permak pakaian di kawasan Manggarai Jakarta Pusat mulai kebanjiran orderan untuk bongkar baju Lebaran.

Dari pantauan detikFinance yang siang ini mengunjungi kawasan permak pakaian di Jalan Manggarai Utara VI. Sudah dampak sekitar 12 tukang tampak sibuk membuka jaitan beberapa pakaian, untuk kemudian dipotong dan dijahit kembali sesuai keinginan konsumen.


Pelanggan juga sudah mulai berdatangan siang tadi, sambil menunggu pakaiannya dijahit beberapa pelanggan sudah tampak akrab berbicara dengan para tukang.

Tukang Permak Pakaian Manggarai Jalani Bisnis Turun-Temurun Sejak 1960Foto: Rengga Sancaya

Biasanya Salim mendapat satu sampai dua pelanggan per hari namun saat ini pelanggan sudah mulai banyak memakai jasanya. Namun saat ini sudah mulai banyak pelanggan yang datang untuk dibongkar bajunya jelang Lebaran.

"Sekarang bisa sama seperti weekend bisa sampai 10 (pelanggan) hanya memang nggak setiap hari," kata dia.


Untuk setiap baju yang dibongkar Salim mematok harga Rp 20.000/ baju. Salim mengaku per harinya bisa mendapat 150.000-200.000/ hari.

"Bisa kadang Rp 150.000 bisa Rp 200.000 bisa lebih. Proses permak bisa ditunggu. Paling 15 menit," kata dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed