Dampak Hemat Energi
PLN Hemat Listrik Hingga 700 MW
Selasa, 19 Jul 2005 14:12 WIB
Jakarta - Dampak signifikan dirasakan PLN terkait imbauan hemat energi yang tertuang dalam Inpres 10/2005. Partisipasi publik membuat PLN bisa berhemat listrik hingga 700 megawatt (MW) pada pasokan listrik Jawa-Bali, saat beban puncak mencapai 14 ribu MW."Secara kasar kita menghemat 700 MW. Itu dari partispasi masyarakat untuk penghematan energi. Berdasarkan hitungan-hitungan, jika dimisalkan unuk pemakaian 10 jam, artinya PLN dapat menghemat Rp 462 juta per 10 jam untuk biaya bahan bakar," kata Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Sunggu Anwar Aritonang.Hal ini disampaikan dia dalam acara seminar mengenai "Efisiensi energi di perhotelan" di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Selasa (19/7/2005).Dengan adanya efisiensi yang dilakukan publik, kata Sunggu, PLN memang mengalami pengurangan beban di pelanggan, sehingga revenue atau penerimaan PLN berkurang. "Tapi itu juga menurunkan biaya operasional PLN untuk pembangkitnya," katanya."Jika kekurangan pembangkit bisa dijawab dengan penghematan, maka tidak akan ada pemadaman listrik," ujar Sunggu.Menyoal kenaikan harga BBM, kata Sunggu, tentunya akan berdampak pada meningkatnya biaya operasional. "Tapi kita tidak serta-merta menaikkan tarif. Karena tarif itu ada di tangan pemerintah, makanya usaha untuk efisiensi terus dilakukan PLN hingga kini," urai Sunggu.Sunggu menuturkan, konsumsi pemakaian listrik per kwh pada tahun 2005 adalah untuk industri sebesar 45,8 persen, bisnis 15 persen, dan rumah tangga 33,3 persen. "Dari 22 juta pelanggan Jawa-Bali, jika dapat berhemat 50 watt saja, PLN dapat menghemat sebanyak 1100 MW pada beban puncak," jelasnya.
(mar/)











































