62% Orang RI Habiskan THR Buat Beli Baju

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 07 Jun 2018 15:42 WIB
Masyarakat Membeli Pakaian di Pasar Tanah Abang/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Tunjangan hari raya (THR) untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 H untuk pegawai sudah diberikan sejumlah perusahaan sejak beberapa hari lalu. Momen Lebaran ini disebut menciptakan pola ekonomi yang unik.

Chief Marketing Officer PT Central Auto Financial (CAF) Yuda Wirawan menjelaskan biasanya alokasi dana THR yang didapatkan digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Sekitar 62% orang yang mendapatkan THR dihabiskan untuk membeli pakaian baru dan sisanya untuk biaya mudik hingga belanja gawai baru.

"Dari survei, aplikasi Jakpat 2017, 62% masyarakat pakai uang THR-nya untuk beli pakaian baru. Selebihnya digunakan untuk biaya mudik, gadget, liburan dan membayar utang cicilan," kata Yuda dalam diskusi 'Peran Asuransi Ciptakan Mudik Aman' di Ev Hive, Menara BTPN, Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018).


Yuda mengungkapkan, dari sekian alokasi dana THR tersebut masih sedikit masyarakat yang menggunakan untuk perlindungan jiwa selama libur Lebaran.

Dia menambahkan, padahal saat libur Lebaran tak luput dari berbagai risiko, baik kecelakaan lalu lintas maupun penyakit. Berdasarkan data Korlantas Polri 2017, terdapat 3.168 kecelakaan dengan korban meninggal dunia mencapai 742 orang selama mudik Lebaran.

Dari sisi kesehatan, penyakit yang paling sering diderita setelah Lebaran adalah tifus. Selain itu, momen libur Lebaran juga kerap dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk berlibur ke luar negeri, seperti Singapura yang rentan terkena risiko virus.


Oleh karena itu dibutuhkan perlindungan atau proteksi diri. Yuda menjelaskan saat ini sudah ada produk asuransi yang makin mudah, aman, terjangkau dan tanpa beban.

"Kalau dulu kan asuransi sepertinya mahal, sulit sekarang asuransi sudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Kalau butuh satu jam, satu hari atau satu bulan bisa tidak perlu terikat beberapa tahun," ujarnya.

Selain itu asuransi kini juga mudah diakses dari mana saja seperti dari website, smartphone, sehingga proses pengajuan polisnya terjangkau dan klaimnya mudah. (ara/ara)