Bukan Lebaran, Tapi Ini yang Bakal Kerek Ekonomi RI di 2018

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 16 Jun 2018 14:40 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan perayaan Lebaran tak banyak mendongkrak perekonomian dalam negeri. Musim Lebaran ini justru banyak mendorong nilai jumlah impor.

Darmin bilang, memang perayaan Lebaran pasti mempengaruhi konsumsi masyarakat Indonesia. Namun, jumlahnya tak begitu siginifikan terhadap ekonomi nasional.

"Lebaran ini kan pertama yang sudah mendorong impor, walaupun tidak besar sekali. Tetapi yang buat pemerintah kalau Lebaran itu tentu juga menaikkan belanja orang. Orang mudik dia akan belanja," kata Darmin di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (16/6/2018).

"Itu pasti ada juga dampaknya, tapi ya setiap tahun kalau diperhatikan Lebaran itu mempengaruhi perkembangan ekonomi, tidak terlalu signifikan," sambung dia.



Justru kata darmin, kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang sebentar lagi digelar dapat mendongkrak ekonomi dalam negeri. Di masa itu, masyarakat bisa mendapatkan penerimaan yang lebih tinggi hingga meningkatkan nilai konsumsi.

Pilkada serentak juga demikian, menurut Darmin dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi hingga 0,1%.

"Ekonomi kan begitu ada yang mengeluarkan ada yang menerima. Kalau orang ada yang mau kampanye ada banner, ada kaos, baliho, macam-macam, itu berarti yang membuat baliho, kaos, akan menerima uang, dan dia akan berbelanja, beli cat, macam-macam," kata dia.

"Nah itu akan berantai melahirkan, apa, biasanya kalau Pilkada seperti itu, kita ini yang mungkin salah satu yang terbesar pilkada serentak, kita berharap dia akan menaikkan pertumbuhan sekitar 0,1%" sambungnya.

Selain itu, gelaran Asian Games yang sedang disiapkan juga dinilai mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sebab pada musim itu, konsumsi tidak hanya disumbang oleh masyarakat Indonesia, namun juga masyarakat asing yang bertamu.

Darmin pun optimis bahwa pertumbuhan ekonomi dapat tercapai sesuai dengan target pemerintah yang tercantum dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,4%.

"Ada Asian Games, yang akan juga membawa keramaian dan membuat orang belanja, bukan hanya orang Indonesia tapi juga orang luar datang ke sini. Sehingga sebetulnya kalau beberapa lembaga internasional menurunkan target pertumbuhan ekonomi kita jadi 5,3% saya kok masih melihat angka 5,4 itu masih oke," tuturnya.

(fdl/eds)