Follow detikFinance
Rabu, 20 Jun 2018 15:15 WIB

Mau Jual Perhiasan Emas? Baca Dulu Tips Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani/detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinance
Jakarta - Tak sedikit masyarakat yang memilih menjual perhiasan emas untuk memperoleh suntikan dana. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan setelah Lebaran. Tapi, sebelum menjual perhiasan ke toko emas, perhatian dulu hal-hal berikut.

Penjual emas dan berlian di Toko Jewellery Creation, Eneng menjelaskan, biasanya penjual akan menolak perhiasan emas yang dijual masyarakat bila tidak ada kelengkapan surat. Yang dimaksud ialah surat pembelian sebagai bukti emas tersebut asli.


"Sebelum kita beli yang kita lihat tergantung, muda apa gimana emasnya, apalagi kalau nggak ada surat, kita nggak mau kalau nggak ada surat, kan bahaya," katanya saat berbincang dengan detikFinance di tokonya, Rabu (20/6/2018).

Dirinya pun memastikan tidak akan menerima emas yang dijual masyarakat jika tidak ada suratnya. Namun diakuinya masih ada orang yang menjual emas tanpa kelengkapan surat.

"Kalau nggak ada surat kita nggak mau, kalau nggak ada surat kan bahaya," jelasnya.


Penjual emas di Toko Zifa Jewellery, Ade pun menyampaikan masih ada masyarakat yang berniat jual perhiasan tapi tidak didukung kelengkapan surat. Tanpa surat, keaslian emas diragukan. Maka masyarakat harus pastikan betul suratnya ada sebelum menjual emas.

"Surat yang pertama, surat emasnya. Ada juga yang jual tanpa surat. Itu harus dipastikan dulu keasliannya," ujarnya.


Penjual di Toko Emas Mulia, Ahan menjelaskan jika masyarakat mau jual perhiasan emas, sebaiknya jual ke toko yang sama dengan kita membeli sebelumnya. Jika dijual di toko yang berbeda, harganya akan jatuh cukup signifikan.

Sebagai gambaran, harga perhiasan emas yang dijual ke toko tempatnya berjualan akan dipotong 10-25% dari harga beli konsumen. Jika emas tersebut sebelumnya dibeli dari toko lain, kena potongan lagi. Pasalnya dikurangi ongkos jasa pembuatan emas lebur menjadi perhiasan.


"Kalau dari toko lain jualnya agak rugi, dia dihitung leburan. Misal kalau dipotong ongkos, taruhlah harganya sekitar Rp 400 ribu lebih, kita terimanya hitungan leburan antara Rp 350.000-Rp 370.000 per gram. Itu kan dia beli sudah kena ongkos bikin," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed