ADVERTISEMENT

Prabowo Nilai Ekonomi RI Dijajah Asing, Istana: Sama Sekali Tidak

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 21 Jun 2018 20:51 WIB
Foto: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Facebook Prabowo Subianto)
Jakarta - Perekonomian Indonesia menurut Prabowo Subianto saat ini dijajah oleh asing. Menurutnya aset dan kekayaan negara dikuasai bangsa dari negara lain. Menanggapi itu, apa kata pihak istana?

Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika menegaskan Indonesia saat ini tidak di bawah jajahan asing khususnya dalam bidang ekonomi, seperti kata Prabowo.

"Iya memang Indonesia tidak dijajah oleh asing. Indonesia sama sekali tidak dijajah oleh asing. Kita memiliki kedaulatan untuk membangun kebijakan ekonomi mandiri," katanya kepada detikFinance, Jakarta, (21/6/2018).


Dia juga memastikan tidak ada yang mengintervensi kebijakan-kebijakan pemerintah, termasuk eksekusi programnya tidak ada yang mendikte. Erani mengatakan kalau dulu dulu ada peran dari Bank Dunia, IMF, misalnya untuk mengambil kebijakan, bahkan mereka masuk di dalam formulasi untuk mengelola program program itu, sekarang tak ada seperti itu

Menurut Erani pemerintah memiliki keinginan kuat membangun kedaulatan dan kemandirian ekonomi. Dia menjelaskan beberapa indikator yang membuktikan ekonomi Indonesia tidak dikuasi asing.


"Isu terkait sumber daya alam yang dikuasi asing. Nah ini harus diakui menjadi bagian apa yang diperjuangkan puluhan tahun. Ini kan sudah mulai tahun 60-an terakumulasi. Tapi kemudian selama 3 tahun ada upaya serius pemerintah mengurangi itu," jelasnya.

"Misalnya, pemerintah sekarang menggenjot program reforma agraria dan perhutanan sosial untuk batasi kepemilikan swasta, baik asing maupun swasta besar domestik," sambungnya.

Selain itu, dari aliran penanaman modal asing (PMA) ke Indonesia juga mencerminkan penguasaan asing berkurang. Dari kuartal I 2013 sebesar 70% menjadi 59% pada kuartal I-2018.


"Itu turun amat tajam dalam beberapa tahun ini. Oleh karena itu isu (penguasaan asing) ini malah justru sedang dikurangi besar besaran oleh pemerintahan sekarang," sebutnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan pelabuhan dan bandara pun tidak dikendalikan asing seperti yang dikatakan Prabowo. Bandara bandara Indonesia saat ini dikelola oleh BUMN yakni PT Angkasa Pura (AP) I dan AP II.

"Soal pelabuhan saya belum pegang data. Tapi bandara itu semuanya 100% kita miliki sendiri. Misal AP I dan Angkasa Pura II. Itu kan pengelola bandara seluruh Indonesia. Itu AP I misalnya 98% saham dimiliki AP I, 2% dimiliki oleh koperasi karyawan AP I. Itu nggak ada asingnya sama sekali," ujarnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT