Follow detikFinance
Sabtu, 23 Jun 2018 19:59 WIB

Kabupaten Bandung Jadi Target Swasembada Bawang Putih 2021

Tia Reisha - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Kementerian Pertanian berencana swasembada bawang putih tahun 2021. Salah satunya target lokasi yang disasar adalah pertanian bawang di Kabupaten Bandung.

"Kami siap menyukseskan swasembada bawang putih 2021 sesuai amanah dan perintah dari Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman," jelas Kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Fely Fitriani dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/6/2018).

Ia juga mengatakan potensi pengembangan bawang putih di Kabupaten Bandung mencapai 10.000 ha. Luas pengembangan tersebut meliputi Kecamatan Pasir Jambu dan Ciwidey sekitar 5.000 ha, Kecamatan Cimenyan 3.000 ha dan dan Kecamatan Pengalengan 2.000 ha.

Ciwidey merupakan salah satu penghasil dan pemasok bawang putih di wilayah Jabodetabek. Sejak tahun 1979, Ciwidey sudah dikenal sebagai penghasil bawang putih khususnya bawang putih muda.

Selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini, semangat petani bawang putih pun semakin tinggi mengingat permintaan pasokan dan harga yang sesuai dengan harapan para kelompok tani.



Di samping itu, menurut Ketua Kelompok Tani Bawang Putih Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey, Muhtar, luas tanam bawang putih eksisting mencapai 30 ha dengan varieteas yang ditanam meliputi lumbu hijau, lumbu kuning, tawanmangu baru, dan sangga sembalun.

Produktivitas rata-rata, menurutnya, bisa mencapai 12 hingga 15 ton/ha dengan harga panen basah mencapai Rp 13.000/kg. Namun harga panen muda lebih tinggi, yakni Rp 20.000/ha.

"Alasanya karena selama ini pemasok bawang putih muda sebagian besar dipasok dari Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sedangkan harga benih kami jual Rp 60.000," sebutnya.


Sementara itu, Ketua Kelompok Sauyunan Desa Marga Mekar Kecamatan Pengalengan, Juhara, menambahkan bahwa sentra bawang putih di wilayahnya sudah mengembangkan manajemen tanam yang disepakati oleh kelompok.

Minimal harus ada tanam dan panen 2 ha per hari. Bila kurang dari 2 ha, jelasnya, pasokan bisa berkurang masuk ke wilayah Jabodetabek.

"Wilayah kami tidak mengenal off season karena air tersedia sepanjang tahun. Kekurangan pasokan biasanya kami mengambil dari Tegal," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa permintaan kebutuhan pasokan per minggu bisa mencapai 3,6 to,m atau 400 kg hingga 600 kg/hari.

"Permintaan pasokan selama ini dari Jakarta, Bandung, Bogor. Permintaan kebutuhan setiap hari 400 hingga 600 kg atau 3,6 ton per minggu dengan harga Rp 15.000/kg," sambungnya.

Selain itu, menurut Kasubdit Bawang dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal Hortikultura, Agung Sunusi, Kabupaten Bandung sangat potensial untuk pengembangan bawang putih sekaligus menjadi penyangga nasional setelah Sembalun Lotim, Temanggung dan Magelang.

Ia pun menyatakan selama 2 tahun terakhir APBN dialokasikan untuk support bantuan benih, pupuk organik, pupuk kimia, alsintan berupa kultivator dan pompa air, serta bahan pengendali OPT ramah lingkungan.

"APBN hanya sebagai stimulan sehingga partisipasi dan swadaya petani menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan bawang putih nasional," jelasnya.

Di samping itu, kata Agung, potensi pengembangan bawang putih di Kabupaten Bandung cukup besar, yakni bisa mencapai 10.000 ha atau bahkan lebih.

"Ke depan sangat prospektif menjadi mitra pengembangan wajib tanam dengan importir," pungkasnya.

Sebagai informasi, pertanaman pada bulan Oktober - November di Ciwidey dan sentra lainnya di peruntukkan untuk kebutuhan Imlek di bulan Januari sampai pertengahan Februari.

Rata-rata permintaan pada waktu tersebut mencapai 5.000 - 7.000 kg/hari dengan harga berkisar antara Rp 17.000 sampai Rp 25.000/kg. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed