Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Jun 2018 16:45 WIB

Go-Jek Resmi 'Mengaspal' di Vietnam dan Thailand

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Go-Jek resmi melebarkan sayapnya di Vietnam dan Thailand. Perusahaan telah resmi mendirikan entitas perusahaan lokal di dua negara tersebut.

Untuk di Vietnam Go-Jek hadir dengan nama Go-Viet sedangkan di Thailand bernama GET. Kedua perusahaan tersebut akan dikelola oleh tim manajemen sekaligus pendiri lokal, dengan didukung pengetahuan, keahlian, teknologi serta investasi dari GO-JEK.

"Strategi kami adalah mengkombinasikan teknologi kelas dunia yang telah dikembangkan GO-JEK, dengan keahlian, pengalaman serta pengetahuan pasar yang mendalam yang dimiliki tim lokal, untuk menciptakan bisnis yang benar-benar memahami kebutuhan konsumen. Kami percaya masing-masing tim lokal memiliki pengetahuan dan keahlian untuk memastikan kesuksesan bisnis di Vietnam dan Thailand. Mereka memang menggunakan merk yang berbeda, namun mereka tetap beroperasi sejalan dengan nilai-nilai yang telah berhasil menjadikan GO-JEK pemimpin pasar di Indonesia. Bagi kami ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, namun bagaimana kami dapat menghadirkan dampak positif kepada sebanyak-banyaknya orang," kata CEO and Founder Go-Jek Nadiem Makarim dalam keterangan tertulis, Senin (25/6/2018).



Untuk Go-Viet akan memasuki tahap beta testing di bulan Juli sebelum diluncurkan penuh. Uji coba itu akan melibatkan sejumlah pengemudi dan konsumen.

"Go-Jek adalah perusahaan teknologi pionir yang memiliki ekosistem dengan 18 layanan berbeda, serta didukung oleh investor strategis kelas dunia. Dukungan GO-JEK sangat ideal bagi kami, tidak hanya karena teknologi dan kepiawannya di bisnis ini, tetapi juga karena kita memiliki prinsip yang sama, yaitu hasrat untuk membawa dampak positif bagi masyarakat melalui peningkatan taraf hidup dan penghasilan, serta menumbuhkembangkan bisnis skala mikro, kecil, dan menengah." kata Chief Executive Officer and Co-Founder GO-VIET Nguyen Vu Duc.

Sementara GET, merek yang diperkenalkan di Thailand, akan diluncurkan segera setelahnya. Perusahaan saat ini tengah melakukan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan setempat termasuk pemerintah, mitra pengemudi, dan konsumen. Kedua perusahaan di tahap awal akan menghadirkan layanan ride-hailing dan logistik, yang kemudian akan diikuti oleh layanan pesan antar makanan dan pembayaran elektronik.

"Go-Jek berhasil menjadi perusahaan unicorn pertama yang tumbuh di Indonesia karena mereka mampu menggunakan teknologi sebagai solusi untuk tantangan tersulit di negaranya. Tim GET terinspirasi oleh cara perusahaan memutarbalikkan masalah sehari-hari menjadi peluang bisnis yang sekaligus meningkatkan kualitas hidup jutaan orang. Kami bergerak dengan filosofi yang sama, dan kami bersemangat untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Thailand," kata Chief Executive Officer and Co-Founder GET Pinya Nittayakasetwat.

Ekspansi yang dilakukan Go-Jek ini dilakukan setelah melakukan rentetan penggalangan investasi dari perusahaan-perusahaan bedar seperti Astra International, Warburg Pincus, KKR, Meituan, Tencent, Google, Temasek, dan lainnya. Total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai US$ 500 juta. Dana itu dialokasikan untuk ekspansi internasional sejalan dengan strategi perusahaan melebarkan sayapnya di Asia Tenggara. GO-JEK juga berencana untuk meluncurkan operasinya di Singapura dan Filipina.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed