Follow detikFinance
Senin, 25 Jun 2018 17:32 WIB

Penjelasan Sri Mulyani soal Neraca Dagang RI Defisit Lagi

Andhika Prasetia, Andhika Prasetia - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - RI kembali defisit neraca perdagangan pada bulan Mei 2018 sebesar US$ 1,52 miliar. Apa kata Sri Mulyani?

Sri Mulyani mengatakan, terkait hal ini, Sri Mulyani sudah berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo dan menteri-menteri terkait. Dikatakannya, jika perekonomian ingin maju dan di sisi lain, defisit neraca bisa terjaga, perlu diperkuat kebijakan-kebijakan yang mendukung ekspor, industri yang mensubstitusi impor.

"Kita juga membahas apa respons secara bersama dari sektor ril seperti Menko Perekonomian, dari kami dari sisi apakah intensif, apakah kemudahan, apakah itu dari perpajakan, dari bea cukai, kepabeanan dan juga dari makro prudentialnya Bank Indonesia serta makro prudential policynya di OJK. Ini nanti akan kita terus follow up untuk bisa secara konkret untuk bisa memperbaiki kondisi," tutur Sri Mulyani di kompleks Istana Negara, Senin (25/6/2018).

Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit di Mei 2018. Kali ini besarannya US$ 1,52 miliar.


Nilai defisitnya ini lebih kecil dibandingkan April lalu yang sebesar US$ 1,63 miliar.

"Kalau digabungkan (nilai ekspor dan impor), neraca perdagangan pada Mei 2018 kembali alami defisit US$ 1,52 miliar," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).


Bulan lalu, Indonesia mencatat ekspor US$ 16,12 miliar. Angka ini tumbuh 12,47% dibanding dengan kinerja ekspor pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara impornya tercatat sebesar US$ 17,64 miliar. Angka ini naik 28,12% dibandingkan impor Mei 2017. (zlf/ang)
Baca Juga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed