Follow detikFinance
Selasa, 26 Jun 2018 22:17 WIB

Beras Kualitas Rendah Harusnya Dimusnahkan, Malah Dijual Oknum Bulog

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengaku menemukan 200 ribu ton beras dengan kualitas rendah di gudang Bulog. Beras-beras tersebut menurun kualitasnya karena terlalu lama disimpan.

Buwas menjelaskan, beras berkualitas rendah tersebut seharusnya dimusnahkan dengan cara disposal atau dikeluarkan dari gudang dan dijual untuk pakan ternak. Namun, beras tersebut malah dijual oleh oknum Bulog bekerja sama dengan mafia yang mencampurnya dengan beras lokal dan dijual mahal. Praktik ini merugikan masyarakat.

"Mereka menimbun kalau beras tidak mau mengeluarkan dia bekerja sama dengan oknum di Bulog beras di Bulog dicampur dengan beras lokal dan jadi kemasan dan dijual dengan harga mahal. Beras medium dijual jadi premium terus dengan teknologi dan cara macam-macam lah," katanya di Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (26/6/2018).


Menghindari kondisi tersebut terulang, Buwas mengaku akan memperketat pengawasan untuk disposal. Harapannya, oknum pegawai bulog tak bisa bermain-main lagi dengan stok raskin dan menjualnya ke mafia. Disposal akan dilakukan ketat setiap 4 bulan sekali.

"Sehingga beras yang sudah tidak layak atau nilainya turun akan kita disposal dan akan kita ganti lebih berkualitas. Maksimal beras yang ada di Bulog lama 4 bulan. Lebih dari itu akan dikeluarkan dari gudang Bulog bisa jadi untuk pakan ternak," sambungnya.


Sekadar informasi, pihaknya menemukan 200 ribu ton beras tersebut disimpan selama 1,5 tahun lamanya di dalam gudang.

"Evaluasi kita akan mendapatkan beberapa beras yang stoknya lebih dari 1,5 tahun ada di gudang," tutupnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed