Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Jul 2018 16:50 WIB

Dolar AS Kian Perkasa, Pemerintah Bakal Kurangi Impor

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ardian Fanani Foto: Ardian Fanani
Jakarta - Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bukan hanya disebabkan oleh faktor eksternal seperti isu perang dagang, hingga kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Faktor dalam negeri seperti defisit transaksi berjalan menjadi salah satu penyebab nilai rupiah terus melemah terhadap dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam waktu dekat pemerintah akan menyeleksi secara ketat kebutuhan apapun yang berasal dari impor. Hal itu dilakukan untuk membenahi defisit transaksi berjalan.

"Kita akan terus bersama dengan Bank Indonesia, OJK melakukan koordinasi bagaimana meningkatkan agar defisit transaksi berjalan menjadi semakin mengecil dengan mendukung ekspor pariwisata berbagai kegiatan yang bisa menghasilkan devisa bagi negara," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/7/2018).



Penyeleksian kebutuhan impor dilakukan dengan melihat barang-barang apa saja yang memang diperlukan oleh perekonomian Indonesia.

"Apakah itu dalam bentuk bahan baku atau barang modal dan apakah mereka betul-betul strategis untuk menunjang kegiatan perekonomian di dalam negeri," jelas dia.

Dengan seleksi impor tersebut, kata Sri Mulyani akan menentukan perbaikan defisit transaksi berjalan yang menjadi sumber sentimen negatif.

"Kita juga perlu melakukan langkah-langkah untuk koreksi jangka pendek maupun pembangunan untuk jangka panjangnya. Seperti menunjang ekspor meningkatkan investasi yang bisa meningkatkan devisa dan juga mengurangi ketergantungan impor," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed