Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Jul 2018 17:37 WIB

Prospek Bisnis Kayu di RI, Ekspornya Sudah Sampai Timur Tengah Lho

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pemasaran ekspor kayu Indonesia ternyata sudah sampai Timur Tengah, hal tersebut dijelaskan Direktur Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Suprihanto.

Ia mengatakan vaneer atau teriplek Indonesia yang terbuat dari kayu-kayu alam seperti jati sudah layak untuk dipasarkan di Timur Tengah.

"Kalau bahan olahan gitu udah sampai Timur Tengah, bahan campurannya kan banyaknya dari Kayu Sengon dan Jambon," kata dia kepada detikFinance, Rabu (4/7/2018).


Ia menjelaskan poduk kayu Indonesia baru bisa masuk ke pasar Timur Tengah, karena jika dibandingkan pasar di asia produk kayu Indonesia kalah dengan produk vaeer dari China.

Selain lebih murah barang-barang termasuk produksi kayu olahan dari China juga sudah sejak lama menggunakan hutan tanaman atau pohon yang sengaja ditanam berkala untuk industri, sementara di Indonesia untuk bahan vaneer baru menggunakan hutan tanaman di tahun 2005 sebelumnya Indonesia sepenuhnya menggunaan tanaman alam atau yang ditemukan di hutan.

Selain baru merambah pasar timur tengah Purwadi menjelaskan pasar asia punya standar yang beragam dan lebih tinggi sehingga pasar vaneer untuk dari Indonesia belum bisa masuk ke pasar asia.

"Standar di Asia itu tinggi, jadi Indonesia baru bisa menjual ke kawasan timur tengah," kata dia.


Selain itu industri kayu Indonesia juga punya potensi untuk bisa masuk ke psar Amerika pasalnya supllyer kayu dari Amerika sebelumnya adalah China. Namun, karena China terbukti melakukan dumping.

"Sebenarnya Industri kayu Indonesia bisa masuk, karena China kan terbukti melakukan dumping tinggal kitanya meningkatkan kualitas dan standar bisa-bisa masuk ke pasar Amerika," papar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com