Follow detikFinance
Selasa, 10 Jul 2018 20:50 WIB

Kepala Bappenas Bicara Strategi Bikin Ekonomi RI Tumbuh 6%

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2017 tercatat sebesar 5,07%, angka ini ternyata masih di bawah target yang sudah ditetapkan pemerintah. Banyak faktor yang membuat perekonomian Indonesia masih terbilang stagnan.

Untuk itu, pemerintah terus memutar otak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari segala sisi termasuk pembangunan daerah di wilayah terjauh terpencil dan terluar untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.


Hal tersebut dikatakan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro dalam bahasan mengenai Internasional Development Forum (IDF) Selasa (10/7/2018).

"Pertama target kita jangka pendek adalah menciptakan pusat-pisat pertumbuhan di luar Jawa. Kenapa saya bilang Jawa, kenapa nggak Sumatera karena antara Jawa dan Sumatra sendiri masih cukup besar kalau dibilang jawa hampir 40%, Sumatera 20% jadi masih besar peran Jawa," kata dia.

Ia menjelaskan, banyak yang strategi yang bisa dilakukan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6%.

"Mungkin begini sekarang kita melihat pertumbuhan ekonomi kita seperti susah keluar dari 5,1% atau mungkin paling bagus 5,5% Tapi sebenarnya Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi 6% atau lebih," kata dia.


Ia menjelaskan memang lebih baik jika pemerintah menciptakan pusat pertumbuhan sebanyak mungkin di luar Jawa. Dimana pusat pertumbuhan tersebut sustanable. Jadi kata dia kata bukan hanya pusat pertumbuhan temporer kemudian hilang, namun menjadi pusat pertumbuhan berbasis pengolahan.

"Tidak hanya industri manufaktur seperti tekstil, otomotif tapi urutan dari sumber daya alam juga bisa. Kita harapkan menjadi sumber-sumber pertumbuhan di luar Jawa. Suatu saat nanti bisa diharapkan jangka pendek pelan- pelan menaikkan peran dari luar Jawa dibandingkan Pulau Jawa sendiri," papar dia.

Dia menargetkan hingga tahun 2045 akan ada banyak kota metropolis di luar Jawa.

"Di targetkan kita 2045, ini memang agak jauh. Kita juga belum bisa pada kondisi yang ideal. Karena di 2045 perkiraan kita, pulau Jawa fungsinya mungkin turun tapi ga bisa 50%. Jadi dari 58% sekarang mungkin sampai 53%. Karena ini tidak mudah kita harus lalukan dari sekarang," papar dia.


Selain itu ia juga menjelaskan pembangunan infrastruktur juga penting untuk menunjang konektivitas.

"Tapi 6% itu dengen syarat sebenarnya, bahwa motor pertumbuhan tidak hanya jawa Sumatera tapi seluruh Indonesia yang terkoneksi dengan baik. Punya infrastruktur dasar memadai, pajaknya juga relatif memadai dan pertumbuhan ekonomi tidak hanya satu. Seperti di Australia misalkan tidak hanya Sidney ada Perth ada sumbangan negara bagian lain. Kita harapkan orang mau bekerja di kota manapun di Indonesia, karena setiap kota manapun bisa menjamin kehidupan yg layak dan pekerjaan yang memenuhi harapan," kata dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed