Follow detikFinance
Rabu, 11 Jul 2018 23:38 WIB

Darmin Beberkan Alasan di Balik Warning Perang Dagang AS

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Wahyu Daniel Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkap alasan pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengevaluasi perlakuan khusus untuk produk ekspor dari Indonesia. Menurut Darmin kebijakan ini dilakukan lantaran AS defisit perdagangan dengan Indonesia.

"Sebetulnya sejak 1-2 tahun lalu Amerika sudah warning defisit agak besar nih dia bikin list kita nomor 16. Nah dia mulai bilang kita mau evaluasi Indonesia, India dan Kazakhstan kalau tidak layak ya kita mau cabut GSP-nya," ungkapnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/7/2018).


Dengan adanya kebijakan GSP atau Generalized System of Preferences (GSP), sejumlah produk ekspor Indonesia ke AS mendapat perlakuan khusus, misalnya diberikan tarif bea masuk 0%.

Darmin memaparkan, bila kebijakan tersebut dicabut maka barang ekspor dari Indonesia bisa terkena biaya yang lebih tinggi 10% hingga 25% dari yang sekarang ditetapkan. Selain itu, ekspor juga diprediksi turun hingga 40%.


"Kalau dia cabut kita ekspor garmen sepatu dan kakao kena biaya masuk bisa gede antara 10% hingga 25%. Ekspor ke sana untuk barang itu bisa turun 40% hingga 30%," sambungnya.

Menurut Darmin pemerintah akan membahas masalah tersebut dengan perwakilan perdagangan AS atau United State Trade Representative (USTR). Materi pembahasan sudah dikirim ke pihak USTR dan rencananya pertemuan akan berlangsung di Singapura 17 Juli dan di AS 23 Juli. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed