Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Jul 2018 13:40 WIB

Pastikan Proyek Kapal Selam dan Perang Selesai, Luhut Tinjau PT PAL

Zaenal Effendi - detikFinance
Foto: Imam Wahyudinanta/detikcom Foto: Imam Wahyudinanta/detikcom
Surabaya - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kembali akan meninjau PT PAL Indonesia (Persero) untuk memastikan kemampuan produksi Alutsista sekaligus melihat pesanan beberapa kapal dari Kementerian Pertahanan di antaranya kapal selam dan dua kapal perang.

Dalam kunjungannya, Luhut mengaku bangga dengan kinerja PT PAL usai berkeliling di lokasi pembuatan kapal mulai kapal selam yang bekerjasama dengan Korea serta pembangunan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter dan Kapal Landing Platform Dock (LPD) 124m pesanan TNI-AL.

"Saya lihat assembling kapal selam ketiga yang bekerja sama dengan Korea, KCR lebih bagus lagi ada 19 pesanannya, LPD yang ke 6 tambah bagus, cepat dan murah," kata Luhut usai meninjau PT PAL di Surabaya, Senin (16/7/2018).


Pembangunan kapal di dalam negeri kata Luhut akan mampu mengurangi dana impor atau pembelian alutsista serta meningkatkan kemampuan sumber daya dalam negeri. "Kita bisa melihat teknologi kita dan kemampuan personil kita mengembangkan peralatan militer dan non militer ke depan akan baik dan akibatnya kita menggunakan dana impor dari luar negeri sehingga menyeimbangkan impor-ekspor kita dan pengembangan tenaga kerja," ujar Luhut.

Ia juga memastikan pesanan kapal Kemenhan dan TNI AL yang dikerjakan PT PAL akan selesai lebih cepat kecuali kapal selam, karena ada kendala teknis.

"Semua sesuai target kecuali kapal selam masih ada penundaan karena masalah teknik, kalau KCR dan LPD lebih cepat dan Oktober kira kira selesai," ungkapnya.

Sementara Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh mengungkapkan masalah teknis disebabkan munculnya travel warning akibat teror bom Surabaya beberapa waktu lalu terhadap tenaga kerja asing yang bekerja.


"Masalah teknisnya adalah terkendala pengiriman tenaga asing, pada saat itu muncul karena travel warning saat bom di Surabaya dan sudah kita atasi. Ada barang barang vendor item yang dari negara tersebut dan orang orangnya sedang bekerja di kita," kata Budiman.

Budiman menegaskan jika masalah tersebut sudah bisa diatasi dan tidak terlalu penting dalam proses pengerjaan kapal selam ketiga pesanan TNI AL. "Tidak masalah kritis sekali, semua sudah kita atasi dan akan terlaksana dalam bulan September-November," pungkas dia. (zul/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com